BerandaCak KarmoEks Pasar Kedungmaling Mojokerto jadi Tempat Buang Sampah, DLH Malah Tunggu Anggaran

Eks Pasar Kedungmaling Mojokerto jadi Tempat Buang Sampah, DLH Malah Tunggu Anggaran

Kabar Mojokerto- Eks Pasar Kedungmaling di jalan nasional Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko kian kumuh sebab menjadi tempat pembuangan sampah. Merespons kondisi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto berjanji akan melakukan pembersihan. Namun, mereka menunggu anggaran pembangunan ruang terbuka hijau (RTH).

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Zaqqi mengaku sudah mengetahui fenomena tersebut. Sebab saat ini pengelolaan aset Eks Pasar Kedungmaling sudah di bawah dinasnya. Menurutnya, tangan-tangan tak bertanggungjawab yang biasa membuang sampah ngawur di tempat itu bukan saja warga Desa Kedungmaling.

“Yang membuang di situ bisa dari mana saja, tidak hanya orang Kedungmaling. Biasanya dikantongi, isinya macam-macam, salah satunya popok bayi yang memang tidak mudah terurai,” kata Zaqqi kepada kabarmojokerto.id, Rabu (12/7/2023).

Zaqqi menjelaskan, Kabupaten Mojokerto sudah mempunyai Perda nomor 1 tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah. Perda ini juga mengatur larangan membuang sampah sembarangan. Sanksinya berupa denda Rp 500.000 bagi pelaku perorangan dan Rp 10-50 juta bagi pelaku kelompok atau perusahaan.

Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak sebab penindakan terhadap para pelanggar menjadi wewenang Satpol PP Kabupaten Mojokerto. Pemerintah Desa Kedungmaling juga bisa membuat Peraturan Kepala Desa (Perdes) berpedoman pada Perda tersebut.

“Di beberapa desa sudah dilakukan itu (pembuatan Perdes). Monggo kalau mau membuat Perdes terkait dengan itu, tapi kami tidak bisa memaksa,” jelasnya.

Penampakan sampah di eks Pasar Kedungmaling

Kembali pada masalah sampah di eks Pasar Kedungmaling, kata Zaqqi, dibutuhkan sinergi dengan pemerintah desa setempat untuk membersihkan sampah yang terlanjur menumpuk. Namun, aksi bersih-bersih sampah di jalan nasional Mojokerto itu baru akan dilakukan setelah ada anggaran untuk membangun RTH.

Sebab eks Pasar Kedungmaling akan dibangun menjadi RTH. “Kami berharap saat akan dibangun itulah kami membersihkan itu bersama-sama. Anggaran dari APBD tahun ini belum ada. Kami usahakan dari CSR,” pungkasnya.

Pengamatan kabarmojokerto.id di lokasi, eks Pasar Kedungmaling nampak tak terawat karena memang sudah lama ditinggalkan. Namun, tidak hanya ditumbuhi semak ilalang, sampah rumah tangga juga menghiasi bangunan terbengkalai ini.

Bangunan yang dulunya lapak para pedagang di Desa Kedungmaling, Sooko, kini ditempati tumpukan sampah rumah tangga. Banyak sekali kantong plastik berisi sampah di tepi jalan nasional Mojokerto persis di sebelah barat Jembatan Sungai Brangkal.

Sebagian sampah hingga tercecer ke badan jalan. Tak ayal bau busuk menusuk hidung begitu terasa ketika Cak Karmo melintas di dekatnya. Belum lagi tumpukan sampah di lahan kosong sebelah timurnya.

(Penulis: Muhammad Gusta)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular