BerandaCak KarmoJorok! Eks Pasar Kedungmaling di Jalan Nasional Mojokerto jadi Tempat Buang Sampah

Jorok! Eks Pasar Kedungmaling di Jalan Nasional Mojokerto jadi Tempat Buang Sampah

Kabar Mojokerto- Bau dan kumuh, itulah kesan terhadap eks Pasar Kedungmaling, Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sebab bangunan terbengkalai di jalan nasional itu menjadi tempat favorit tangan-tangan tak bertanggung jawab untuk membuang sampah.

Pengamatan kabarmojokerto.id di lokasi, eks Pasar Kedungmaling nampak tak terawat karena memang sudah lama ditinggalkan. Namun, tidak hanya ditumbuhi semak ilalang, sampah rumah tangga juga menghiasi bangunan terbengkalai ini.

Bangunan yang dulunya lapak para pedagang di Desa Kedungmaling, Sooko, kini ditempati tumpukan sampah rumah tangga. Banyak sekali kantong plastik berisi sampah di tepi jalan nasional Mojokerto persis di sebelah barat Jembatan Sungai Brangkal.

Penampakan sampah di eks Pasar Kedungmaling

Sebagian sampah hingga tercecer ke badan jalan. Tak ayal bau busuk menusuk hidung begitu terasa ketika Cak Karmo melintas di dekatnya. Belum lagi tumpukan sampah di lahan kosong sebelah timurnya.

Tukang tambal ban di lokasi, Tiwar mengatakan, sudah bertahun-tahun eks Pasar Kedungmaling menjadi tempat sampah. Sekitar 1 tahun lalu, ia membakar sebagian sampah-sampah tersebut. Sebagian lainnya ia timbun dengan tanah untuk mendirikan warung kopi dan bengkel tambal ban.

“Sudah bertahun-tahun. Dulunya di tempat saya tambal ban, kemudian bergeser ke sebelah situ (sebelah timur bengkel Tiwar),” terangnya kepada kabarmojokerto.id di lokasi, Rabu (12/7/2023).

Penampakan sampah di eks Pasar Kedungmaling

Aksi masyarakat membuang sampah sembarangan di eks Pasar Kedungmaling, lanjut Tiwar, biasa terjadi pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Para pelaku biasa melemparkan kantong berisi sampah dari atas sepeda motor sembari melaju dari arah Jombang ke Kota Mojokerto atau dari barat ke timur.

“Yang buang pakai motor, laki-laki maupun perempuan. Sepertinya bukan warga Kedungmaling. Isinya sampah rumah tangga, ada pembalut, popok bayi,” ungkapnya.

Tiwar berharap pemerintah segera turun tangan membersihkan sampah yang kian menumpuk. Sehingga eks pasar tradisional di jalur arteri Mojokerto itu tak lagi kumuh. Selain itu, juga harus ada upaya pencegahan.

“Seharusnya diberi papan peringatan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di sini,” pungkasnya.

(Penulis: Muhammad Gusta)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular