BerandaEkonomi & BisnisBerbisnis Keripik Belalang, Emak-emak di Mojokerto Raup Omzet Jutaan Rupiah Tiap Hari

Berbisnis Keripik Belalang, Emak-emak di Mojokerto Raup Omzet Jutaan Rupiah Tiap Hari

Dawarblandong- Peluang usaha terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kemauan. Tak terkecuali bagi ibu-ibu rumah tangga yang kesehariannya menghabiskan waktunya di rumah.

Seperti Fatmawati, seorang ibu rumah tangga di Dusun/Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Perempuan 39 tahun ini memiliki kegiatan lain setiap hari, selain mengurus rumah tangga, yakni memproduksi belalang goreng.

Omzet bisnis kuliner belalang yang ditekuni ibu tiga anak ini cukup menggiurkan. Dalam sehari, rata-rata omzetnya mencapai Rp 3,5 juta dari penjualan keripik belalang, belalang sambal kemangi dan belalang siap goreng.

Di sebuah rumah sederhananya, istri Andi Setiawan (40) ini tampak terlihat sibuk membersihkan ratusan ekor belalang yang akan diolah menjadi 2 varian kuliner belalang, yaitu keripik belalang dan belalang sambal kemangi.

Tak seorang diri, Fatmawati mengolah belalang menjadi usahanya juga dibantu 6-7 orang ibu-ibu yang merupakan tetangganya yang sengaja dipekerjakan di usaha rumahan itu.

Ibu-ibu ini memotong ratusan belalang yang masih dalam keadaan hidup, mengeluarkan kotoran dari ekor dan kepala belalang, sampai mencuci dengan air mengalir sampai benar-benar bersih. Barulah belalang digoreng sampai gurih.

Untuk keripik belalang Fatmawati mengunakan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri dan daun jeruk purut. Sedangkan belalang sambal kemangi menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai dan kemangi.

Bisnis olahan serangga herbivora ini ditekuni Fatmawati, sejak 7 tahun yang lalu. Berawal dari favorit sang suami yang suka masakan belalang dari hasil berburunya di sawah.

“Dia (suami) sering berburu belalang di sawah, lalu saya masak untuk lauk sehari-hari. Karena dulu banyak belalang di sini. Tahun 2015 iseng-iseng saya upload ke mesos, banyak yg minat. Sehingga mulai saya jadikan bisnis,” kata Fatmawati ketika berbincang dengan kabarmojokerto.id, Selasa (24/1/2023).

Setelah bisnis rumahan itu berkembang pesat ditambah pasokan belalang lokal yang kian punah, Fatmawati mendatangkan hewan pemakan rumput itu dari luar daerah.

Seperti Probolinggo, Pacitan, Madura dan Lamongan. Ia menggunakan belalang padi dan belalang kayu yang ditangkap para pemburu dari hutan dan sawah.

“Karena banyak petani pakai obat pembasmi rumput akhirnya punah sekitar tahun 2018,” ujarnya.

Sampai saat ini, Fatmawati menerima kiriman hingga 50 Kg belalang setiap 2 hari sekali dari 4 daerah tersebut. Namun tak semua dijual berupa masakan keripik maupun belalang sambal kemangi.

Hanya 7-8 Kg saja yang diolah Fatmawati menjadi 2 varian kuliner tersebut. Selebihnya belalang dijual mentah siap goreng seharga Rp 130 ribu per Kg.

“Kripik belalang ada varian original tanpa bumbu, pedas, sedang dan gurih saja tanpa cabai. Harganya sama Rp 55 ribu isi 210 gram. Bisa bertahan sampai 3 minggu kalau bumbu kering. Kalau bumbu basah bertahan hanya 2 hari saja,” terangnya.

Untuk memasarkan keripik belalang olahannya, Fatmawati hanya memposting melalui marketplace, Facebook dan WhatsApp. Bahkan pemasarannya pun tembus hingga luar pulau Jawa. Seperti Bali, Batam, Samarinda, Sangatta dan Kutai Timur.

Tak sedikit juga warga lokal Mojokerto hingga luar daerah seperti Malang, Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta hingga Jakarta yang menjadi pelanggannya. “Malah paling banyak pembeli dari Mojokerto sendiri,” cetusnya.

Selain memasarkan produk olahan belalang melalui media sosial, Fatmawati juga memasok keripik belalang bumbu kering ke beberapa kafe di Kecamatan Dawarblandong berupa kemasan kecil dengan harga Rp 10 ribu berisi 7 belalang dan kemasan Rp 20 ribu isi 14 belalang.

“Keripik belalang saja sehari biasanya terjual 25-30 boks, masing-masing berisi 210 gram belalang,” tegasnya.

Sayangnya untuk menikmati belalang sambal kemangi harus datang ke rumah Fatmawati. Karena belalang sambal kemangi disajikan dengan nasi jagung. Untuk menyantap kuliner ekstrem ini, anda harus membayar Rp 25 ribu per orang.

“Harus pesan dulu jauh-jauh hari biar bisa saya siapkan untuk berapa orang. Saya sajikan dengan nasi jagung dan keripik belakang,” tandasnya.

Untuk membeli belalang goreng maupun mentah para pencinta kuliner bisa mengakses melalui nomor WhatsApp 0857-4869-8147 atau Facebook Cah Ayu Kirana.

Jika kalian ingin datang langsung kerumah Fatmawati gunakan panduan Google Maps. Lokasinya terdaftar dengan nama Warung Bu Nissa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular