BerandaHobiBerawal dari Suzuki RC Pembelian Sang Ayah, Brentek jadi Hobi Restorasi Motor...

Berawal dari Suzuki RC Pembelian Sang Ayah, Brentek jadi Hobi Restorasi Motor Lawas

Kranggan- Sepeda motor Suzuki RC milik Yuarda Suryo Prayogo alias Brentek (27) paling butut di antara teman-temannya. Kreativitas membuatnya mampu merestorasi motor jadul (zaman dulu) pembelian ayahnya itu kembali seperti baru. Dari situlah hobinya berasal.

Suzuki RC satu-satunya kendaraan untuknya ke sekolah. Ayahnya membeli sepeda motor bebek butut itu dalam kondisi bekas Rp 600 ribu. Setelah tamat dari SMK Raden Patah, Kota Mojokerto tahun 2012, Yuarda mulai merestorasi motor pertamanya tersebut.

“Tahun segitu teman-teman saya motornya sudah pada bagus, seperti Jupiter Z, Satria FU dan Ninja 2 tak. Sedangkan saya dari keluarga tidak punya,” kata Yuarda mengawali kisahnya, Senin (13/2/2023).

Brentek mengerjakan motor RX King tahun 2004

Paham betul kondisi ekonomi orang tuanya, membuat Yuarda enggan menuntut lebih. Pemuda lulusan SMK jurusan otomotif ini memutar otak agar motornya terlihat menarik meski jadul. Ia lantas merestorasi motor Suzuki RC itu sampai menjadi seperti baru.

“Suzuki RC itu saya cat dan krom ulang, malah dapat apresiasi kalangan lebih tua. Karena motor saya masih bagus, utuh, serta semua masih orisinal dan kinclong,” beber pemuda asal Penarip Gang 3 nomor 11, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini.

Pemuda yang akrab disapa Brentek ini tak menyangka Suzuki RC itu bisa laku Rp 2,8 juta. Puas sekaligus bangga, itulah perasaannya kala itu. Sehingga ia mampu menepis jauh-jauh rasa minder karena sepeda motornya butut.

Terbukti ia menggunakan uang itu untuk membeli sepeda motor Honda S90 buatan tahun 1969 seharga Rp 3 juta. Yuarda membeli motor jadul dan butut itu dari kenalannya di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Lagi-lagi ia merestorasi sepeda motor lawas tersebut. Kala itu, putra tunggal pasangan Gatot (50) dan Aksania (43) ini menghabiskan Rp 2,5 juga untuk merestorasi motor Honda S90. Motor yang belum genap satu tahun ia pakai itu laku Rp 15 juta. Pembelinya seorang polisi di Surabaya.

“Dari situlah saya ketagihan merestorasi motor-motor klasik,” terangnya.

Sejak saat itu, Yuarda mencintai sepeda motor jadul maupun klasik. Ia gemar mengoleksi sepeda motor yang bagi kebanyakan orang sudah tidak menarik itu. Suzuki TS 125 keluaran 1978, Vespa dan motor Triumph kini mengisi garasi rumahnya.

Motor-motor jadul itu menjadi seperti baru berkat keterampilan dan kreativitasnya. Bagi Brentek, merestorasi motor jadul tak sekadar pekerjaan, tapi sudah menjadi hobi atau kesenangan. Ia merasa bangga ketika banyak orang melirik motornya di jalanan.

“Setiap menunggangi motor ini, saya bisa merasakan era keluarnya motor. Misalnya saya pakai motor Suzuki TS, langsung terbayang zaman motor ini diproduksi ketika itu masih minim jalan aspal,” jelasnya.

Brentek merestorasi Yamaha RX King tahun 2004 dan 2008 di bengkelnya

Namun, siapa sangka ilmu merestorasi motor jadul dan klasik ia pelajari secara otodidak. Sebab pendidikannya di bangku sekolah berkutat pada mesin mobil saja. Karena terlanjur cinta, Yuarda banyak belajar langsung dari teman-temannya sesama pecinta motor klasik.

“Kalau keterampilan mengecat saya pelajari dari Mas Dawam yang punya lapak di Pasar Loak Cakarayam,” cetusnya.

Lebih menariknya lagi, hobi merestorasi motor klasik dan jadul ini menghasilkan cuan. Yuarda sudah banyak merestorasi motor lawas milik para penghobi di Mojokerto dan sekitarnya. Ia melayani masyarakat biasa, para pejabat sampai kalangan artis.

Sebut saja Harley Davidson jenis Softail, DKW Hummel, Zundapp KS dan Zundapp Combinette, ketiganya buatan Jerman tahun 1960-an. Ada pula Yamaha RS, Yamaha RX 125 Twin 2 tak dan Suzuki GT 185 Twin 2 tak rakitan 1970an.

Juga Yamaha Gemini, Suzuki Satria 2 tak, Yamaha Fiz, Honda Astrea Prima dan Grand, Kawasaki Binter Merzy, semua jenis Vespa lawas, Suzuki RK Cool, Yamaha RX King, Yamaha Tiara, Yamaha 125 Z, SuzukinSatria Hiu 2 tak, Yamaha RX-Z, serta sport full fairing Yamaha RZR.

“Alhamdulillah paling sepi sekarang dapat Rp 5 juta sebulan. Kadang juga dalam dua bulan dapat Rp 15 juta,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular