BerandaHukum Kriminal10 Truk Jadi Korban Teror Pecah Kaca dalam Sepekan, Pelaku Belum Terungkap

10 Truk Jadi Korban Teror Pecah Kaca dalam Sepekan, Pelaku Belum Terungkap

KABAR MOJOKERTO – Teror pecah kaca di wilayah Mojokerto telah meresahkan masyarakat. Ini setelah teror pecah kaca yang menimpa sejumlah truk di tiga kecamatan. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya ada 10 truk yang menjadi korban.

Diketahui, aksi teror pecah kaca terjadi pada  Kamis (15/6/2023) lalu  di jalur alternatif Mojokerto-Lamongan, tepatnya di Desa Bandung, Kecamatan Gedeg dan Desa Japanan di Kecamatan Kemlagi.

Dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB itu menimpa 5 lima truk yang sedang melintas. Terdiri dari 3 truk di Jalan Raya Desa Japanan dan 2 truk di Jalan Raya Desa Bandung, Kecamatan Gedeg.

Dari informasi yang dihimpun kabarmojokerto.id, pelaku diduga mengendarai sepeda motor Honda BeAt. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum mengungkap identitas pelaku.

Terbaru, aksi pelemparan batu terhadap kaca truk kembali terjadi di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto pada Jumat (23/6/2023) malam. Kejadian ini juga menimpa 5 kaca truk secara beruntun yang melaju dari arah barat atau arah Kota Mojokerto.

Kapolsek Gedeg AKP Made Artajaya mengatakan, insiden pelemparan batu terhadap kaca truk yang terjadi di Jalan Raya Bandung bukanlah yang pertama kali di wilayahnya. Aksi serupa juga dua kali terjadi di Jalan Raya Desa Ngares Kidul dan Kemantren beberapa bulan lalu.

Sejauh ini pihaknya belum bisa mengidentifikasi pelaku. Ia mengaku, sejauh ini masih mencari  CCTV milik warga yang mengarah ke jalan di sepanjang lokasi kejadian. Namun belum ditemukan.

“Tidak ada, cari CCTV, dapat satu milik warga tapi tidak aktif. Kita terus berupaya. Itu kan ada CCTV dari korlantas di exit tol Gedeg, tapi belum berfungsi. Kita cari-cari milik warga yang nyentrong ke jalan. Termasuk di Ngares beberpa bulan yang lalu dan Kemantren juga,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/5/2023).


Made menyampaikan, berdasarkan keterangan korban di Jalan Raya Desa Bandung, pelaku mengendarai sepeda motor Honda BeAt warna putih dan pakaian warna hitam. “Pelaku juga pakai helm katanya,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, Made telah memerintahkan anggotanya untuk terus patroli setiap malam.

“Patroli setiap malam sudah dilakukan dan kring anggota reskrim di tempat-tempat itu karena ini sudah yang kesekian kalinya,” jelas Made.

Kapolsek Kemlagi AKP Sugeng Budi Santoso juga mengatakan hal senada. Pihaknya belum bisa mengungkap identitas pelaku. Karena CCTV milik warga yang didapatkan di sekitar lokasi kejadian, pelaku tidak terlihat.

“Motif belum tahu ya, kalau dilihat dari sisi harkamtibmas, ini kriminalitas murni dan pengerusakan. Iseng belum tahu juga,” ujar Sugeng.

Ia mengungkapkan, kejadian pelemparan batu terhadap kaca truk yang berlangsung pada Kamis (15/6/2023) lalu baru pertama kali di wilayahnya. Untuk mengatisipasi, pihak melakukan tindakan preventif dan preemtif kepada sopir.

“Patroli kami lakukan jam-jam rawan pada pukul 18.00 sampai 21.00 WIB. Itu kami sisir daerah rawan kami, mulai dari wilayah batas hutan (perbatasan Mojokerto-Lamongan),” ungkapnya.

Menurut dia, pelaku teror kaca truk rawan terjadi pada pukul 18.00 sampai 21.00 WIB. Ini mengacu beberapa kejadian di sejumlah wilayah. “Kalau diatas jam 21.00 belum pernah terjadi, mengacu kejadian sebelumnya jam segitu di beberpa lokasi,” pungkasnya.


Dikonfirmasi terkait kejadian teror pecah kaca truk yang terjadi di Jalan Raya Desa Milirip, Kecamata Jetis pada Jum’at (23/6/2023) malam, Kapolsek Jetis Kompol Sumaryanto membenarkan. Namun, ia menyebut korban hanya ada dua truk.

“Kenyataan di TKP hanya ada dua, truk dan kendaraan seperti mini bus itu,” kata Sumaryanto.

Hal ini tidak sama dengan keterangan Dhofir (23) warga setempat dan Agus Supriyanto, sopir truk box nopol S 8894 yang menjadi korban pelemparan batu oleh pemotor. Kepada Kabarmojokerto.id, mereka menyebut korban sebanyak 5 kendaraan.

Menurut keduanya,  usai kejadian hanya dua kendaraan yang berhenti di tepi jalan. Yakni truk yang dikemudikan Agus dan truk tangki Hino Pusaka nopol W 9574 UR yag dikemudikan Imam Wahyudi (55). Sementara tiga kendaraan yang disebut turut menjadi korban memilih untuk terus melanjutkan perjalanan.

Saat berhenti, Agus dan Imam dimintai keterangan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Jetis. Namun, setelah itu mereka tidak membuat laporan resmi atas tindakan pecah kaca yang menimpanya.

“Korban tidak melapor dengan alasan walaupun melapor korban tetap harus ganti terhadap kaca yang pecah,” terang Kompol Sumaryanto.

Masih kata Sumaryanto, selain meminta ketarangan kepada korban, anggotanya juga mencari CCTV di sepanjang lokasi kejadi. Akan tetapi tidak ditemukan.

“Disekitar situ tidak ada CCTV, suda kita cek. Tapi kita menanyakan  bahwa pelaku masih anak-anak menggunakan sepeda motor Vario dan menggunakan kaos hitam. Hanya itu saja keterangan sopir yang mintai kerterangan,” ungkapnya.

Meski korban tidak melapor, tidak menutup kemungkinan jika pelaku tertangkap tangan oleh petugas maupun masyarakat bisa tetap diproses. “Kita harus ada bukti dan saksi minimal untuk melanjutkan daripada proses lidiknya,” Sumaryanto.

Atas kejadian tersebut, ia mengimbau kepada pengendara untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama soal kecepatan.

“Kurangi kecepatan, sehingga ketika dihantam batu bisa cepat bertindak. Kalau kecepatan tinggi ngerem pun susah. Jadi harus berhati hati,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular