BerandaHukum & KriminalBerkas Lengkap, 2 Pembunuh Cewek Open BO di Mojokerto Segera Diadili

Berkas Lengkap, 2 Pembunuh Cewek Open BO di Mojokerto Segera Diadili

KABAR MOJOKERTO –  Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya melimpahkan dua tersangka dan berkas perkara kasus pembunuhan cewek Open BO ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kasus ini dilimpahkan setelah berkasnya dinyatakan lengkap atau P21.

Pelaksanaan tahap 2 atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dilaksanakan pada Selasa (15/8/2023) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Kedua tersangka masing-masing, Irfan Yulianto Putro (25) Warga Desa/Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, selaku pembuhuhan dan Supaino (46) warga Buduran, Sidoarjo.

Dua tersangka  tiba di kantor Kejari Kabupaten Mojokertk pukul 10.30 dengan kondisi tangan terborgol. Tersangka Irfan nampak mengenakan songkok putih dan  kaos warna merah serta celana pendek. Ia hanya bisa menunduk lesuh ketika diperiksa JPU. Hal sama juga tampak dari Supaino yang bersongkok hitam dengan kaus silver dan celana training.

Setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar satu jam oleh jaksa penuntut umum, keduanya dijebloskan ke Lapas Kelas II-B Mojokerto dengan status tahanan kejaksaan.

Pelimpahan tahap dua ini menandakan tugas penyidik kepolisian telah selesai. Selanjutnya berkas perkara tersangka akan diproses jaksa sebelum diserahkan ke pengadilan.

“Kami menerima penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II karena berkas perkara sudah kami nyatakan lengkap atau P-21,” kata  Kajari Kabupaten Mojokerto Sulvia Triana Hapsari saat konferensi pers di Aula Kantor Kejari Kabupaten Mojokerto, Selasa (15/8/2023).


Kedua tersangka Pasal yang dikenakan pasal primair 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 338 tentang pembunuhan biasa juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman hukumnya maksimal pidana mati.

“Pasal ini belaku untuk kedua tersangka,” tandas  Sulvia.

Sebagaiman hasil penyidikan, pembunuhan ini dilakukan pada 16 April 2023 itu  lantaran Irfan menaruh dendam kepada mantan istri sirinya, Sinta. Pemuda yang menjalankan praktik perdukunan itu sakit hati karena korban disebutnya sering marah dan merendahkan keluarganya.

“Tersangak Irfan memiliki dendam kepada istri sirinya yakni korban karena kata-kata kasar dari korban,” papar Sulvia.

Karena alasan tersebut, Irfan kemudian merencanakan pembunuhan terhadap perempuan yang sehari-hari menjalankan praktik prostitusi online (open BO) menggunakan racun.

Kasi Pidana Umum Nala Arjunto menyatakan, tersangka membeli racun tikus cair dan serbuk potasium sianida secara online. Pria kelahiran Pasuruan itu menyuruh Supaino selaku pasien perdukunannya untuk mencampur racun tersebut ke jus melon, terang bulan, dan udang mentah untuk dibawa ke tempat kos korban.

Namun, kata Nala,  Supaino mengaku tidak mengetahui recana Irfan dan jika bahan yang dicampurkan ke makanan itu merupakan racun yang kelak membunuh korban.

“Tapi keterangan tersangka itu kan kecil dan harus dibuktikan dengan alat bukti. Kami jaksa penuntut umum berkeyakinan bahwa Supaino ini dapat dijerat dengan pasal pembunuhan berencana,” tegasnya.

 

Sebanyak lima jaksa penuntut umum termasuk dirinya disiapkan untuk mengawal kasus ini selama persidangan.

Sementara itu, penasihat hukum kedua tersangka, Kholil Askohar menyatakan, kliennya telah mengakui seluruh perbuatannya di hadapan penyidik dan penuntut umum.

Selama proses pemeriksaan, keduanya kooperatif dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Mereka mengakui. Saya sarankan kepada mereka kalau kooperatif dapat meringankan hukumanya,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular