BerandaHukum & KriminalKasasi Ditolak MA, Eks Kadisperta Kabupaten Mojokerto Diesekusi Kejari

Kasasi Ditolak MA, Eks Kadisperta Kabupaten Mojokerto Diesekusi Kejari

Mojokerto– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto melakukan eksekusi eks Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Suliestyawati (62). Esekusi dilakukan setelah upaya kasasi ditolak Mahakamah Agung (MA).

Berdasarkan putusan MA perkara korupsi proyek irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal yang menjerat  Suliestyawati telah dinyatakan inkrah. Ia tetap dijatuhi hukumam 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta, sesuai dengan vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Tim gabungan Seksi Pidana Khusus dan Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto menjemput Suliestyawati di kediamannya, Jalan Karimun Jawa, Kelurahan/Kecamatah Kranggan, Kota Mojokerto pada Selasa (14/2/2023) sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian ia dibawah kantor Kejari Kabupaten Mojokerto.

Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto Sulvia Triana Hapsari mengatakan, esekusi dilakukan setelah Bidang Tindak Pidana Khusus menerima salinan putusan Kasasi nomor 5754K/Pid.Sus/2022 tanggal 6 Oktober 2022. Ia dinyatakan bersalah melakukan pidana pasal 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kami melaksanakan eksekusi putusan MA  atas nama terpidana Suliestyawati. Putusan MA memutuskan terpidana dipidana dengan penjara selama 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata Sulvia kepada wartawan, Selasa (14/2/2023).

Suliestyawati dinyatakan bersalah melakukan korupsi pembangunan irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal tahun 2016. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp 3.709.596.000 yang diambil daru Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian dari APBN tahun anggaran 2016. Kala itu, ia menjabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto selaku pelaksana pekerjaan tersebut.

Namun, pengerjaan proyek tersebut tidak berjalan mulus. Suliestyawati menyalagunakan wewenangan untuk melakukan penyimpangan. Yakni, menggunakan anggaran untuk kepentingan pribadi. Hal itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 474.867.674.

“Terpidana membayar uang pengganti sebesar Rp 474.867.674, sekitar segitu,” ujar Sulvia.


Kasus korupsi ini pertama kali mencuat ke publik pada 11 Oktober 2019 silam. Rudy Hartono yang saat itu menjabat Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto mengumumkan penetapan Suliestyawati sebagai tersangka.

Setelahnya, tidak ada kabar lagi terkait penanganan kasus korupsi tersebut. Suliestyawati yang mengundurkan diri dari jabatan Kadis Pertanian Kabupaten Mojokerto sejak 7 Oktober 2019, baru ditahan sebagai tersangka di Lapas Kelas IIB Mojokerto pada 27 Mei 2021.

Kasipidsus Kejari Kabupaten Mojokerto Rizky Raditya Eka Putra menambahkan, Suliestyawati mengajukan pengalihan penahanan menjadi tahanan kota dengan alasan sakit pada sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Permohonan yang bersangkutan (Suliestyawati) dikabulkan majelis hakim menjadi tahanan kota waktu itu sampai sekarang. Tahanan kota mulai Februari 2022,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular