BerandaHukum KriminalKasus Pengeroyokan di Stadion Gajah Mada Mojosari Mojokerto, Enam Terdakwa Divonis Berbeda

Kasus Pengeroyokan di Stadion Gajah Mada Mojosari Mojokerto, Enam Terdakwa Divonis Berbeda

KABAR MOJOKERTO – Kasus pengeroyokan tiga orang remaja di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto memasuki babak akhir. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto menjatuhkan vonis bersalah terhadap keenam pelaku. Mereka dijatuhi hukuman yang berbeda-beda.

Dalam peristiwa itu, seorang remaja yakni Priya Patma Irwaning Carya (18), warga Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto tewas. Sedangkan dua remaja lain yakni Muhammad Fatarulloh Osama (18), warga Desa Sumberjati, Kecamatan Mojoanyar, serta Anton Septian Wijaya (19), warga Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, mengalami luka-luka.

“Menyatakan 6 terdakwa tersebut terbukti secara sah danmeyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia,” kata Ketua Majelis Hakim PN Mojokerto Jenny Tulak, Senin (10/7/2023).

Keenam terdakwa tersebut yakni M Johan Prasetyo (19), warga Desa Menanggal, M Firmansyah (19), warga Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Mojokerto. Kemudian M Aldi Nur Arifin (19), warga Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Dani Robani (20), warga Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Selanjutnya Zulkarnaen (20), warga Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, serta Rosyid Ramadhan (18), warga Desa/Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Dalam amar putusannya, keenam terdakwa dijatuhi hukuman berbeda oleh Majelis Hakim PN Mojokerto.

Terdakwa Johan dan Firmansyah divonis 3 tahun 6 bulan penjara. Terdakwa Dani, Zulkarnaen dan Rosyid masing-masing dihukum 6 tahun penjara. Sedangkan hukuman paling berat dijatuhkan kepada terdakwa Aldi Nur Arifin dengan vonis 7 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Aldi dengan pidana penjara selama 7 tahun,” ungkap Jenny membacakan vonis yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto maupun terdakwa masih pikir-pikir dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim tersebut. Sebab, vonis yang diberikan, lebih ringan dari tuntutan JPU.

Dalam tuntutannya, JPU menuntut Johan dan Firmansyah 5 tahun penjara. Sedangkan Dani, Zulkarnaen dan Rosyid dituntut 6,5 tahun penjara. Sementara Aldi mendapat tuntutan paling berat yakni 7 tahun penjara. Majelis hakim pun memberi waktu 7 hari kepada kedua pihak untuk mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.

“Pikir-pikir yang mulia,” kata keenam terdakwa yang menjawab dengan kompak.

Dalam sidang ini, keenam terdakwa tidak dihadirkan langsung, melainkan melalui online. Para tersangka mengikuti jalannya sidang melalui layar monitor dari Lapas Kelas II B Mojokerto. Sidang tersebut digelar di Ruangan Cakra Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto sekitar pukul 11.40 WIB.

Untuk diketahui, tiga orang remaja menjadi korban pengeroyokan di Stadion Gajah Mada, Mojosari pada Minggu (25/12/2022) sekitar pukul 23.45 WIB. Akibat peristiwa ini, satu orang remaja yakni Priya Patma Irwaning Carya (18), warga Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto tewas.

Sementara dua orang lainnya yakni Muhammad Fatarulloh Osama (18), warga Desa Sumberjati, Kecamatan Mojoanyar, serta Anton Septian Wijaya (19), warga Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, mengalami luka-luka. Polisi kemudian menetapkan sebanyak 9 orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan ini.

Dari 9 orang pelaku, diketahui 3 orang diantaranya merupakan anak di bawah umur. Ketiga pelaku anak ini berinisial AFP (17), warga Kecamatan Mojosari, RAS (17), warga, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, serta WPI (17), warga Tegalsari, Kota Surabaya. RAS dan WPI tinggal di garasi truk Mutiara, Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular