BerandaHukum KriminalKronologi Laka Berubah Pasca Polisi Tangkap Sopir Truk Penabrak Wartawan di Mojokerto

Kronologi Laka Berubah Pasca Polisi Tangkap Sopir Truk Penabrak Wartawan di Mojokerto

Kabar Mojokerto- Kronologi kecelakaan yang menewaskan Wartawan Liputan 9, Arif (36) berubah pasca polisi menangkap sopir truk yang menabrak korban. Menurut polisi, korban terlindas truk ketika berusaha menyalip dari sisi kanan di Jalan Raya Desa Kutogirang, Ngoro, Mojokerto.

Pelaku tabrak lari, Mustakim (55), warga Dusun Ngingas, Desa Simpang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo ditangkap polisi di rumahnya sekitar pukul 03.30 WIB. Ia sopir truk dump nopol W 9842 NE yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Iptu Wihandoko mengatakan, pihaknya berhasil menggali keterangan dari Mustakim tentang kronologi kecelakaan yang menewaskan Arif pada Selasa (15/8/2023) sekitar pukul 11.40 WIB. Ternyata pelaku dan korban sama-sama melaju dari selatan ke utara di Jalan Raya Desa Kutogirang.

Saat itu, Arif seorang diri mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol W 2156 AZ. Sampai di lokasi kecelakaan, korban berupaya menyalip truk yang dikemudikan Mustakim dari sisi kanan. Nahas, wartawan Liputan 9 itu terserempet ban depan truk sehingga terjatuh dari sepeda motornya.

“Karena jalur akan menikung, sopir truk ambil haluan kanan,” bebernya.

Truk yang dikemudikan Mustakim (Foto Lukman)

Ketika terjatuh dari sepeda motornya itulah kepala Arif terlindas ban belakang sisi kanan truk. Wartawan asal Jalan Jetis Tengah, Desa/Kecamatan Jetis, Mojokerto itu tewas seketika di lokasi kecelakaan.

“Sopir truk mengerem sebentar, melihat, lalu bablas, memutar balik, itulah kronologinya begitu, menghilangkan alibi,” terang Wihandoko.

Saat ini, Mustakim masih menjalani pemeriksaan di Kantor Satlantas Polres Mojokerto. Truk dump yang ia kemudikan sudah disita polisi. Menurut Wihandoko, ada indikasi kelalaian yang dilakukan pelaku. Oleh sebab itu, kasus kecelakaan ini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Insyaallah seperti itu (ada indikasi kelalaian sopir truk). Nanti kami gelar perkara Selasa atau Rabu pekan depan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular