BerandaHukum & KriminalKronologis Lengkap Kasus Penganiayaan, Polres Mojokerto Kota: Pemilik Warung Yuk Sul Dipalu...

Kronologis Lengkap Kasus Penganiayaan, Polres Mojokerto Kota: Pemilik Warung Yuk Sul Dipalu 10 Kali

KABAR MOJOKERTO – Polisi ungkap kronologis lengkap dalam kasus dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan terhadap perempuan pemilik warung Yuk Sul di Kota Mojokerto bernama Sulasih (43), korban ternyata sempat dipukul dengan palu sebanyak 10 kali.

Kejadian itu terjadi di dalam warung milik Sulasih yang beralamatkan Jalan Tropodo Kelurahan Miji Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto pada hari Selasa (29/8/2023) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Ketika warung memang dalam kondisi sepi.

Dari hasil penyelidikan, kemudian polisis berhasil mengamankan dua pelaku penganiayaan, satu pelaku bahkan dihadiahi timnas panas di kedua kakinya ketika penangkapan.

Pelaku yang diamankan yaitu dua lelaki berinisial PA (34) warga Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto dan HP (31) warga Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Keduanya dikenakan pasal berlapis yaitu Pasal 338 Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 365 ayat (2) ke 2e, 4e KUHP.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria menjelaskan aksi pelaku diawali ketika menuju warung milik korban tersebut berpura pura untuk membeli kopi. Saat korban lengah sedang membuatkan pesanan, pelaku tersebut langsung memukul kepala korban dengan menggunakan alat palu.

Jumlah pukulan tersebut sebanyak 10 kali di bagian kepala korban bagian belakang samping dan depan hingga korban jatuh dilantai tidak berdaya berlumuran darah. Ketika korban tidak berdaya tersebut pelaku mengambil 1 (satu) unit Handphone merk OPPO  A16 warna perak yang ada di meja dapur korban dan mengambil kunci sepeda motor  yang ada di meja dapur.

Pelaku kemudian mengambil motor Honda beat berwarna hitam merah milik korban yang berada didalam warung dikeluarkan dan dibawa pergi dengan cara dikendarai pelaku meninggalkan tempat tersebut.

“Setelah kejadian diketahui oleh warga/saksi dan melaporkan kepada petugas kepolisian segera dilakukan evakuasi menolong korban dibawa ke RSU sehingga korban tertolong bisa selamat karena kecepatan dan ketepatan dalam menolong korban,” jelas Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria pada Jumat (1/9/2023).

Latar belakang perbuatan tersebut yaitu karena Pelaku PA mempunyai hutang sehingga membutuhkan uang, sehingga pelaku PA berfikir 2 minggu sebelum kejadian, pelaku PA merencanakan datang ke warung korban melihat didalam warung ada sepeda motor sehingga pelaku PA berfikir akan mencuri sepeda motor tersebut di warung korban.

“Telah terjadi tindak pidana Percobaan pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan (CURAS), yang terjadi di dalam warung milik Bu Sulasih yang beralamat Jalan Tropodo Lingkungan Miji blok i-8 Kelurahan Meri Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto, sekira pukul 11.00, pelaku sengaja dan telah merencanakan terlebih dahulu akan melakukan pencurian,” jelasnya.

Sehingga pelaku sejak berangkat dari rumah kostnya telah disiapkan membawa alat berupa palu sebagai alat pemukul korban supaya korban tidak berdaya, tidak melawan bahkan mati sehingga pelaku bisa dengan bebas dan leluasa mengambil barang milik korban.

Dari kejadian tersebut dilakukan penyelidikan dan dibentuk tim, dari hasil penyelidikan petugas Satreskrim Polres Mojokerto berhasil mendapati keterangan yang mengarah terhadap identitas dan keberadaan pelaku.

Selanjutnya pada hari kamis tanggal 31 Agustus 2023 sekitar jam 21.30 WIB dilakukan penangkapan terhadap 2 dua orang pelaku tersebut diatas disebuah rumah kost di Desa Daleman Kecamatan Soko Kabupaten Mojokerto, pelaku dan BB yang ditemukan dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota guna proses lebih lanjut.

Proses penangkapan sendiri berlangsung dengan cepat, Petugas Sat Reskrim Polres Mojokerto Kota melakukan penyelidikan dengan melakukan analisa dan mendapat informasi tentang keberadaan terduga pelaku yang berada di daerah Desa Daleman Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Beberapa barang bukti yang diamankan berupa 1 (satu) buah palu, obeng dan dll. Sepeda motor korban kemudian dijual ke MM seharga Rp. 4.000.000 dan HP dijual kepada SG seharga Rp. 750.000 dan uang penjualan barang hasil kejahatan tersebut dibagi, uang HP dibagi 2 yaitu pelaku PA dan pelaku HP masing-masing Rp. 375.000, sedangkan uang hasil penjualan sepeda motor diberikan kepada MM Rp. 500.000,- sedangkan pelaku HP Rp. 1.500.000, dan pelaku PA mendapat Rp. 2.500.000.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular