BerandaHukum KriminalMakam Taruna Poltekpel Surabaya Dibongkar, Ternyata Ini Pemicunya

Makam Taruna Poltekpel Surabaya Dibongkar, Ternyata Ini Pemicunya

Bangsal- Makam Muhammad Rio Ferdinan Anwar (19), taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya terpaksa dibongkar siang tadi. Ekshumasi digelar untuk menyelidiki penyebab kematian Rio.

Rio dimakamkan di Makam Umum Dusun Pudak Pulo, Desa Puloniti, Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Makamnya persis di sebelah kanan ibunya yang meninggal 17 Mei 2017.

Taruna Poltekpel Surabaya semester pertama itu baru dimakamkan kemarin, Senin (6/2/2023) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, makamnya dibongkar siang tadi untuk ekshumasi.

Proses ekshumasi ini melibatkan tim Inafis dan Unit Resmob Polrestabes Surabaya, serta Kedokteran Forensik Polda Jatim. Di sekitar lokasi pemakaman dipasang garis polisi sehingga warga dilarang mendekat.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Zainul Abidin mengatakan, ekshumasi dilakukan untuk mengetahui lebih pasti penyebab kematian korban.

“Sehingga itu menjadi penting sekali dalam rangka penyidikan,” kata Zainul di lokasi, Selasa (7/2/2023).

Zainul menyampaikan, penggalian makam dilakukan atas permintaan keluarga. Sebab, pihak keluarga menganggap kematian mahasiswa semester pertama Poltekpel Surabaya itu tidak wajar.

“Sebelumnya sudah dilakukan visum luar, tapi karena ini menyangkut nyawa seseorang, atas koordinasi dengan pihak keluarga kami lakukan ekshumasi,” ujarnya.

Ayah korban, Aiptu Muhammad Yani mengatakan, kabar kematian Rio ia terima Minggu 5 Februari 2023 sekitar pukul 22.45 WIB. Saat itu, jenazah Rio sudah berada di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Sukolilo, Surabaya.

Jenazah Rio hanya sempat divisum luar di RS Bhayangkara Surabaya. Karena saat itu, nenek korban menolak autopsi.

“Dari RS Sukolilo saya bawa ke RS Bhayangkara Polda untuk visum luar. Ada indikasi penganiayaan, makanya sekarang saya sebagai orang tua minta visum dalam,” tegas Aiptu Yani.

Kepala SPKT Polsek Kutorejo ini mendapati kejanggalan pada kematian putranya. Sebab, ditemukan sejumlah luka berupa luka robek di bibir bawah dan dagu bawah Rio. Ditambah luka lebam di kening, mata, pelipis kanan, pipi kanan, serta leher.

“Dimungkinkan kalau penyebab meninggalnya anak saya ada tindak kekerasan di dalam Kampus Poltekpel Surabaya. Harapannya segera terungkap kasus ini dan pelakunya segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular