BerandaHukum KriminalPengusaha Kerampokan Dana Tender Proyek di Perbatasan Jombang - Mojokerto

Pengusaha Kerampokan Dana Tender Proyek di Perbatasan Jombang – Mojokerto

KABAR MOJOKERTO – Perampokan di perbatasan Mojokerto – Jombang, polisi dari Polsek Trowulan Mojokerto dan Polsek Mojoagung Jombang bekerjsama tangani kasus perampokan pengusaha kopi rempah asal Desa Bandar Lor Mojoroto Kota Kediri yang terjadi diantara perbatasan Mojokerto – Jombang.

Lokasi tepatnya kejadian tersebut berada di jalan desa masuk Dusun Mulangagung Desa Murukan Kecamatan Mojoagung Jombang dan berdekatan dengan Desa Bejijong dan Kejagan di Kecamatan Trowulan Mojokerto.

Kepala Dusun Mulangagung Jombang Masrul membenarkan kejadian perampokan tersebut. Menurutnya, Joko dan Arifudin merupakan korban perampokan meminta bantuan pemilik warung sekitar 100 meter dari lokasi perampokan.

Warga lantas melaporkan kejadian ini kepada perangkat Dusun Mulangagung. Pasca kejadian Anggota Unit Reskrim Polsek Mojoagung dan Polsek Trowulan bersama-sama mengecek lokasi perampokan. Sebab TKP berada di antara wilayah Desa Murukan Jombang, serta Desa Bejijong dan Kejagan Kecamatan Trowulan Mojokerto.

“Setelah dikabari warga, saya langsung telepon kepala desa, kemudian pak kades menghubungi Polsek Mojoagung. Sekarang korban sudah di polsek,” terangnya di lokasi kejadian.

Karena memang posisi kejadian berada di perbatasan antara ketiga desa dan dua kabupaten, maka perangkat dari ketiga desa pun dihadirkan ke lokasi. Dua Polsek dari Mojosari dan Trowulan juga mendatangi lokasi kejadian.

Guna efisiensi kinerja, kemudian polisi juga mendatangi kantor Desa Bejijong untuk mengecek peta tanah desa. Akhirnya sekitar pukul 01.00 WIB, mereka baru mendapatkan jawaban ternyata TKP perampokan masuk wilayah Dusun Mulangagung Desa Murukan Jombang.

Sehingga kasus ini ditangani Polsek Mojoagung. “Kalau jalan (yang menjadi TKP perampokan) masuk wilayah Jombang, sedangkan lahan di kanan dan kirinya masuk Desa Bejijong Mojokerto,” tandas Kepala Desa Bejijong, Pradana.

Korban perampokan, Joko Suprianto (59) yang merupakan pengusaha kopi rempah menjelaskan kronologis kejadian, bahwa dirinya kehilangan uang Rp 350 juta karena disergap kawanan perampok di Jalan Dusun Mulangagung Desa Murukan Mojoagung Jombang.

Kejadian yang berlangsung sangat cepat tersebut, mengaku bahwa perampok menggunakan senjata api. Ia sempat ditodong pistol oleh pelaku sehingga terpaksa melepaskan dua tas berisi uang tersebut.

Joko semula berangkat dari Kota Kediri bersama 2 temannya dengan menggunakan sebuah mobil. Ia bertemu dengan Arifudin (41) warga Desa Ngingasrembyong Sooko Mojokerto di RTH Mojoagung Jombang pada Senin (22/1) sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saya diajak ke pondok, saya tamu yang diundang, yang mengatur ya Arif ini (sambil menunjuk Arifudin), yang menemui saya di taman (RTH Mojoagung) juga Arif ini,” kata Joko kepada wartawan di lokasi perampokan, Selasa (23/1/2024).

Pengusaha kopi rempah tersebut mengaku saat itu membawa uang tunai Rp 350 juta yang dibagi di dua tas. Uang Rp 100 juta di sebuah tas kecil ia akui miliknya. Sedangkan Rp 250 juta di tas rangsel milik salah satu rekannya yang berangkat bersamanya dari Kota Kediri.

“Rencananya uang saya ditukar 1 banding 1,5, misalnya Rp 100 juta dapat Rp 150 juta. Sebelum transaksi mau saya bicarakan dulu, misalnya pekerjaan, nilainya berapa. (Akan ketemu siapa?) Saya tidak tahu, yang mengantar Arif ini,” ungkapnya.

Uang-uang korban tersebut rencananya mau dijadikan dana proyek. Mereka lantas dijemput seorang pria yang mengaku bernama Ali asal Surabaya. Menurut Joko, Ali mengajaknya berangkat ke pondok pesantren di sekitar Desa Murukan menggunakan satu mobil.

Sehingga Joko memarkir mobilnya di RTH Mojoagung. Dua teman Joko asal Kota Kediri juga diminta menunggu di minimarket Mojoagung. Joko kemudian berangkat ke pondok pesantren hanya bersama Arifudin dan Ali.

Sejauh ingatannya, ia naik mobil Honda Jazz warna putih atau silver. Saat itu, Joko membawa tas rangsel berisi uang Rp 250 juta. Sedangkan Arifudin membawa tas kecil berisi uang Rp 100 juta.

Perampokan kemudian terjadi sekitar pukul 18.30 WIB atau Senin (22/1/2024) di Jalan Dusun Mulangagung. Mobil yang ditumpangi Joko dan Arifudin dipotong kawanan perampok.

Menurutnya, para pelaku berjumlah 6 orang mengendarai sebuah mobil berjenis minibus. Para pelaku pun menariknya keluar dari mobil, lalu menodongnya dengan pistol. Begitu pula dengan Arifudin.

“Saya ditodong pistol, pelaku 6 orang. Yang dirampas uang di tas saya Rp 250 juta, yang di tas dia (Arifudin) Rp 100 juta. Totalnya Rp 350 juta,” terangnya.

Tidak hanya itu, kawanan perampok juga merampas dompet dan ponsel milik Joko dan Arifudin. Bahkan, kunci mobil Joko juga dibawa kabur pelaku. Sayangnya, ia kesulitan mengenali ciri-ciri mobil perampok yang menyergapnya.

Arifudin membebarkan uang yang dirampok bukanlah miliknya. Ia mengaku sebatas diminta menemani Joko ke sebuah pondok pesantren di sekitar Desa Murukan. Menurutnya, Ali yang mengantarkan dirinya dan Joko ke pondok tersebut. Sehingga ia tidak tahu persis nama dan lokasi podok yang dimaksud.

“Uang itu sebagai persyaratan proyek, yang minta Ali. Dia mau menemukan dengan orang pondokan di sini. Katanya arah desa sini. Tujuannya mau tanya prosedur mendapatkan proyek. Nilainya juga tidak tahu, belum dijanjikan, akan dibahas di pondok,” ungkapnya.

Saat kawanan perampok menyergapnya di Jalan Dusun Mulangagung, Arifudin mengaku juga dipaksa turun dari mobil dan ditodong pistol oleh salah satu pelaku. Para pelaku lantas kabur ke utara atau ke arah Desa Kejagan Trowulan Mojokerto.

Begitu juga dengan Ali ikut kabur, Sedangkan ia dan Joko berjalan kaki mencari bantuan warga. “Yang bawa pistol setahu saya 2 orang, saya juga ditodong. Saya tidak berani melawan karena sudah ditodong,” ujar Arifudin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular