BerandaHukum KriminalPenyelidikan Polisi: Perempuan Aniaya Ayah Hingga Tewas di Mojokerto Punya Riwayat Gangguan...

Penyelidikan Polisi: Perempuan Aniaya Ayah Hingga Tewas di Mojokerto Punya Riwayat Gangguan Jiwa

KABAR MOJOKERTO – Polisi sebut dalam kasus penganiayaan perempuan bernama SNA (35) yang diduga menganiaya ayah kandungnya Sutrisno (70) hingga mengakibatkan korban meninggal dunia memiliki riwayat gangguan jiwa.

Korban dan pelaku tinggal dalam satu rumah di Kelurahan Wates Kecamatan Megersari Kota Mojokerto, memiliki riwayat gangguan jiwa atau ODGJ. Pelaku juga disebut kerap kali melakukan penganiayaan.

“Jadi pelaku tahun 2022 bulan Oktober pernah diantar ke rumah sakit Lawang,” kata Kapolsek Magersari Kompol Roy Aquary.

Namun, untuk memastikan hal itu pihak kepolisian perlu penyelidikan lebih lanjut.Pelaku telah diamankan. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota.

Beredar informasi jika motif pelaku menganiaya sang ayah ini dilatarbelakangi oleh persoalan keluarga. Namun, Roy belum bisa memastikan.

“Motif Belum , nanti diketahui dari pelaku. (persolan rumah tangga) Itu masih kita dalami, karena informasinya simpang siur,” ujar Roy. .

Ketua RW 03 tempat tinggal pelaku dan korban, Suyitno menyebut, penganiayaan pelaku terhadap sang ayah bukan pertama kali terjadi. Ia membenarkan jika pelaku punya riwayat ODGJ.

“Sudah lama , kalah ga salah waktu kuliah dia ganguan jiwa tapi keluarganya tidak mau merawat. Setelah terjadi pengganiayaan baru mau merawat , keluarganya sudah angkat tangan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan warga setempat, Tisia Andayani. Ia menjelaskan, seharusnya SNA masih dalam masa pengobatan pasca keluar dari RSJ Lawang, Malang. Akan tetapi, keluarganya tidak pernah membawa SNA kontrol.

“Harusnya berobat jalan terus, tapi hanya kontrol sekali tok kontrol. Setelah itu tidak mau kontrol lagi, alasannya biaya,” katanya.

Menurut dia, satu kali kontrol itu pun biaya dari iuaran warga yang terkumpul Rp 650 ribu. Uang tersebut digunakan untuk sewa mobil berangkat ke RSJ Lawang. “Yang kedua tidak ada biaya sehingga tidak kembali. Harusnya kan masih lanjut,” ujar Tisia.

SNA merupakan anak ketiga dari korban. Ia memiliki dua orang anak. Namun, suaminya pergi ke Bandung dan jarang pulang sejak satu tahun yang lalu.

“Sejak kuliah sudah kelihatan gejala ODGJ, diajak ngomong jarak setengah jam tidak nyambung. Penganiayaan ke keluarganya itu biasanya kalau tidak pernah uang. Bahkan, anaknya pernah dimasukkan kaandang,” pungkas Tisia.

Diberitakan sebelumya, Sutrisno ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya usai terlibat cekcok dengan SNA pada Kamis, 30 November 2023 siang.

Kejadian bermula, ketika SNA dan Sutrisno cekcok di samping rumah. Adu mulut itu pun terus berlanjut hingga ke dalam rumah. Saat berada di ruang tamu, SNA diduga melemparkan kursi plastik hingga mengenai tubuh sang ayah.

Berdasarkan keterangan polisi, Suyitono terjatuh akibat dilempar kursi plastik. Kepalanya membentur meja dan tembok.

Tak lama setelah itu, Suyitno dilaporkan sudah dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar. Akhinya warga sekitar melaporkan ke pihak berwenang.

Anggota Polsek Magersari datang ke lokasi. SNA diamankan. Jasad Suyitno dievakusi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular