BerandaHukum KriminalPria Paruh Baya Cabuli Bocah di Mojokerto Diancam Penjara Maksimal 15 Tahun

Pria Paruh Baya Cabuli Bocah di Mojokerto Diancam Penjara Maksimal 15 Tahun

KABAR MOJOKERTO – Seorang pria paruh baya di Mojokerto berinisil BS (62) jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto dalam kasus pencabulan anak. Pria yang biasa bekerja sebagai tukang batu itu diduga 2 kali mencabuli anak tetangganya yang masih berusia 10 tahun.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan digelar di ruang Cakra PN Mojokerto pada Kamis, 1 Februari 2024. Sidang yang berlangsung tertutup ini dipimpin Ketua Mejelis Hakim Husnul Khotimah dan dua anggotanya, Syufrinaldi serta Jantiani Longli Naestani.

Dakwaan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Yessi Kurniani. Dalam dakwaannya, ia menjerat warga Kecamatan Mojosari itu dengan Pasal 82 ayat (1) juncto 76 E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Ancamannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” kata Yessi kepada Kabarmojokerto.id, Kamis (1/2/2024) petang.

Yessi menjelaskan kronologis kasus ini bahwa pencabulan terjadi di rumah ibu korban pada Jumat, 4 Agustus 2023. Menurutnya, korban biasanya tinggal di rumah neneknya.

Saat itu, korban main ke rumah ibunya. Tiba-tiba pelaku menyelinap dan mendatangi korban yang kala itu tengah berada di dalam kamar sekitar pukul 13.00 WUB. Disitulah BS melancarkan aksi bejatnya.

“Korban sempat menolak, lalu terdakwa kasih uang Rp10 ribu, korban pun tetap menolak. Kemudian terdakwa mencium pipi kanan 2 kali dan pipi kiri 1 kali, terus terdakwa menyikap rok korban dan berusaha memasukkan tangannya ke dalam celana korban,” ungkapnya.

Tak lama berselang, ibu korban memergoki korban dan pelaku yang berada di dalam kamar. Lalu, ditanyakanlah tujuan BS masuk ke dalam kamar.

Ketika itu, BS beralasan hanya membisiki bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) itu. Namun, korban memberikan keterangan berbeda bahwa korban mengaku telah dicabuli BS.

“Keluarga korban tidak terima dan melaporkan perbuatan terdakwa ke polisi,” ujar Yessi.

Keluarga korban melaporkan kadus dugaan kelerasan seksual tersebut pada 12 Agutus 2023. Setelah dilakukan pemeriksaan visum dan pembuktian kebenaran atas pengakuan korban, pelaku lantas ditangkap oleh polisi.

“(Pelaku) Mengakui kalau di BAP 2 kali, cuman karena korban ini anak dan pelaku dewasa, kita akan gali lebih jauh pada saat pembuktian,” paparnya.

Ia menambahkan, terdakwa dan korban ini merupakan tetangga. Rumah terdakwa berada di depan rumah korban.

“Terdakwa ini sudah tua ya, pekerjaanya sebagai tukang batu,” tutupYessi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular