BerandaHukum & KriminalSidang Pencabulan Bocah di PN Mojokerto Berlanjut, Pemilik Warkop Ternyata Jualan Miras...

Sidang Pencabulan Bocah di PN Mojokerto Berlanjut, Pemilik Warkop Ternyata Jualan Miras dan Tengah Dipengaruhi Alkohol

KABAR MOJOKERTO – Fakta baru dalam sidang kasus pengusaha warkop berinisial AG (49) yang mencabuli bocah perempuan berusia 5 tahun di PN Mojokerto kembali berlanjut. Terdakwa diketahui tengah mabuk ketika mencabuli bocah tersebut.

AG juga diketahui merupakan penjual miras (minuman keras) di warkopnya. Fakta ini dijelaskan oleh Penasihat Hukum AG, Puryadi usai sidang.

Puryadi memberikan keterangan ini usai agenda pemeriksaan saksi di Ruangan Cakra PN Mojokerto pada sidang lanjutan kasus pencabulan AG. Menurutnya, AG perantauan asal Sumatera.

Setelah menetap di Mojokerto, kemudian terdakwa menikah siri dengan seorang perempuan di Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto hingga mempunyai 2 anak. Korban merupakan salah satu putrinya, dengan usia mereka yang sebaya.

“Rumah terdakwa hanya berjarak 3 rumah dari rumah korban. Anak terdakwa biasa main wifi dengan korban di kamar rumah terdakwa,” kata Puryadi di PN Mojokerto, Senin (11/9/2023) kemarin.

Puryadi menjelaskan, warko tempat jualan AG, tidak hanya menjual kopi, melainkan AG juga menjual minuman keras (miras) di warung tersebut.

Terdakwa dalam kondisi mabuk ketika mencabuli putri tetangga dekatnya pada Mei 2023. Terdakwa mengiming-imingi korbannya untuk bermain ponsel dengan wifi di kamar rumahnya.

Pelaku lantas merayu dan mencabuli bocah perempuan berusia 5 tahun tersebut. “Dalam melakukan perbuatan cabul, terdakwa dalam kondisi mabuk,” terangnya.

Perbuatan cabul yang dilakukan AG, membuat korban ketakutan. Korban pun berlari pulang sambil menangis, lalu mengadu kepada ibunya.

Ayah korban lantas melaporkan pelaku ke Polres Mojokerto. “Terdakwa sudah meminta maaf, tapi orang tua korban menolak,” terang Puryadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus ini, Yessi Kurniani belum bisa memastikan fakta AG mencabuli korban dalam kondisi mabuk. Pihaknya akan mengecek fakta tersebut dalam sidang pemeriksaan terdakwa pekan depan.

“Nanti kami kroscek kepada terdakwa. Kalau korban tidak tahu. Agenda selanjutnya pemeriksaan terdakwa pekan depan,” jelasnya.

Dalam sidang sore tadi, tambah Yessi, pihaknya menghadirkan 3 saksi. Yaitu korban dan kedua orang tuanya. “Mereka menceritakan kronologi pencabulan itu dan dibenarkan terdakwa,” tutupnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular