BerandaHukum KriminalTiga Residivis Ditangkap Polres Mojokerto Kota, Curi Motor di 10 TKP

Tiga Residivis Ditangkap Polres Mojokerto Kota, Curi Motor di 10 TKP

KABAR MOJOKERTO – Tiga residivis kembali masuk bui atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dalam pengakuannya telah beraksi puluhan kali.

Para tersangka sebelumnya terjerat kasus hukum yang beragam, mulai dari pencurian HP, pencurian dan penggelapan. Kasus yang terbaru ini ketiga pelaku mengaku mencuri motor di 10 TKP.

Polisi menangkap ketiga pelaku di lokasi yang berbeda, petugas menangkap BA lebih dulu di Jalan Pahlawan Kecamatan Megersari pada 20 Maret 2024 sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian dari hasil pengembangan atas informasi dari BA, petugas menangkap 2 pelaku lainnya yakni, MZ dan RP.

MZ ditangkap di Jalan wilayah Kranggan Kota Mojokerto pada 22 Maret 204 sekitar 12.30 WIB. Di malam harinya, petugas kembali meringkus RP di sekitar terminal Parabaya Sidoarjo.

Ketiga tersangka yaitu lelaki berinisial BA (36) warga Dusun Padangan Desa Terusan Kecamatan Gedeg Mojokerto, lelaki berinisial MZ (27) warga Lingkungan Kalimatu Kelurahan Jagalan Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto dan lelaki berinisial RP (28) warga Kalilamor Indah Kelurahan Tanahkali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya.

“Mereka mengakui bahwa sudah melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Mojokerto sebanyak 15 kali, dengan barang bukti yang kita amankan 10 sepeda motor,” Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri saat konferensi pers, Senin (1/4/2024).

Aksi pencurian terkahir hingga berhasil ditangkap yaitu para pelaku mencuri motor karyawan outlet Tea Break di Jalan Empunala Kecamatan Magersari Kota Mojokerto pada 17 Maret 2024.

“Dari ketiga tersangka ini mengamankan 10 sepeda motor,” ungkapnya.

Pelaku mencuri sepeda motor dengan menggunukan kunci leter-Y. Motor hasil curian tersebut dijual dengan harga yang bervariasi antara Rp 1,6 sampai 3,2 juta.

Sedangkan untuk hasilnya, para pelaku mengaku digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Keuntungannya antara Rp 1,6 juta sampai dengan 3,2 juta, itu setiap satu motor yang diambil (dicuri) ,” jelas Daniel.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rudi Zaeny menambahkan, ketiga tersangka tersebut merupakan residivis. Bahkan, salah satu dari mereka baru dibebaskan.

“Mereka sejak tahun 2015 sudah pernah melakukan. Mereka semua ini residivis,” katanya.

BA baru keluar dari bebas pada bulan Februari 2023 atas kasus pencurian ponsel.

Kemudian MZ juga pernah dihukum atas kasus pencurian pada tahun 2019. Sedangkan RP, 2 kali dihukum atas kasus tindak pidana pencurian pada tahun 2015 dan penggelapan tahun 2020.

Rudi menyebut, ketiga tersangka mengaku beraksi di 15 TKP. Namun, 7 TKP yang berhasil diidentifikasi. 8 TKP lainnya masih dalam penyelidikan. “Ada beberapa yang belum kita identifikasi dari kendaraanya,” ujarnya.

Dalam penangkapan ini , lanjut Rudi, berhasil mengamankan 10 motor, 1 motor diantaranya merupakan sarana kejahatan. Rudi bilang, 1 motor hasil kejahatan diamankan di rumah BA dan sisanya diamankan di rumah pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran.

Sementara itu, dalam kasus ini polisi juga masih mengejar satu pelaku. Satu pelaku tersebut yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ialah Nyong.

“Setiap kali beraksi sepeda motor dibawa ke Surabaya, tempatnya Nyong itu yang saat ini belum tertangkap. Sepeda motor yang kita amankan kondisi sudah ada yang bongkaran dan nomor pelatnya palsu,” paparnya.

Ditambahkannya, dalam aksi curanmor di outlet Tea Break, pelaku BA bertugas sebagai eskutor. Sedangkan lainnya turut membantu mengawasi situasi. Namun, kata Rudi, tugas mereka juga sering kali bergantian di TKP lain.

“Kalau perannya itu bergantian, satu orang tidak selalu jadi esekutor. Kadang jadi pengawas juga di tkp lain,” tutupnya.

jurnalisLukman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular