BerandaHukum KriminalUngkap Penyelewengan Pupuk Subsidi, Polisi Panggil Pejabat Dinas Pertanian Mojokerto

Ungkap Penyelewengan Pupuk Subsidi, Polisi Panggil Pejabat Dinas Pertanian Mojokerto

KABAR MOJOKERTO – Kasus penyelewengan ratusan kuintal pupuk subsidi yang ditemukan di gudang Dusun Balonglombok, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto terus didalami pihak kepolisian. Terbaru polisi memanggil pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto untuk dimintai keterangan.

Pemanggilan itu dilakukan guna melengkapi berkas pemeriksaan temuan 14,5 ton pupuk subsidi jenis urea yang diungkap Kodim 0815 pada Rabu (31/5/2023) malam. Diduga ratusan sak pupuk subsidi itu diselewengkan lantaran dijual kepada para petani dengan harga di atas ketentuan yang ditetapkan.

Kabid Sarpras Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Arif Budi Setiawan membenarkan jika pihaknya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Mojokerto. Ia menyebut, Arif dipanggil polisi dalam kapasitas sebagai saksi ahli. Arif mengaku diminta untuk menyampaikan mekanisme dan regulasi penyaluran pupuk subsidi.

“Polres Mojokerto minta kami sebagai tim ahli terkait tata niaga pupuk bersubsidi. Kami sudah jelaskan regulasinya,” kata Arif kepada awak media, Rabu (21/6/2023).

Berdasarkan informasi yang didapat Arif, sebanyak 14,5 ton pupuk subsidi itu bukan berasal dari wilayah Mojokerto. Pupuk tersebut didatangkan pemiliknya yakni Tomo warga Desa Kintelan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dari wilayah Cikampek. Pupuk tersebut kemudian dijual Tomo kepada para petani dengan harga di atas HET.

“Setelah kami telusuri, itu pupuk bersubsidi jatah untuk para petani di Cikampek,” ungkap Arif.

Jika mengacu dari regulasi dan mekanisme penjualan pupuk subsidi, kata Arif, pupuk subsidi yang dijual Tomo tersebut seharusnya merupakan jatah para petani di wilayah Cikampek. Selain Tomo juga bukan merupakan pengecer resmi pupuk subsidi yang terdaftar di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto.

“Dia bukan kios resmi binaan kami. Kalau (perbuatannya) itu memang salah. Karena pupuk Cikampek seharusnya sesuai E RDKK di sana. Dari sisi kebutuhan, petani kami diuntungkan akan tetapi dari sisi hukum salah,” kata Arif.

Sementara itu, dari data yang disampaikan pihak kepolisian, sejauh ini sudah ada lima orang yang dimintai keterangan perihal kasus dugaan penyelewengan pupuk subsidi tersebut. Salah satunya yakni pemilik belasan ton pupuk subsidi tersebut.

“Ada lima (orang yang sudah diperiksa) termasuk pak Tomo,” kata Kanit Tipidter Polres Mojokerto Iptu Raditya Herlambang.

Menurut Herlambang, ratusan sak pupuk subsidi itu didapat Tomo dari seorang perantara berinisial IS, warga Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Tomo membeli pupuk kemasan 50 Kg, dengan harga Rp 180.000. Kemudian dijual ke petani dengan harga Rp 230.000 per sak, lebih tinggi dari HET pupuk Urea bersubsidi tahun ini Rp 112.500 per sak.

Dari hasil penjualan tersebut, Tomo mengaku mendapatkan keuntungan Rp 20.000 per sak. Sementara sisanya Rp 25.000 untuk transporter, dan Rp 5.000 per sak untuk penjaga gudang. Meski demikian, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Herlambang mengaku masih melakukan pendalaman.

“Belum ada (tersangka), karena secara mekanisme ini masih melengkapi berkas pemeriksaan dulu, memaksimalkan pemeriksaan saksi-saksi,” tukas Herlambang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular