BerandaKulinerGulali Jajan Era Presiden Soeharto yang Khas, Kini Kian Sulit Dijumpai

Gulali Jajan Era Presiden Soeharto yang Khas, Kini Kian Sulit Dijumpai

KABAR MOJOKERTO – Gulali menjadi jajanan khas era Soeharto, periode generasi millenial sebagian pernah merasakan jajanan ini. Namun di era gen Z, jajanan ini mulai sulit dijumpai.

Bagi sebagian orang, makanan khas era Soeharto ini bakal mengingatkan dan bernostalgia dengan masa kecil dulu. Masa kecil dimana merupakan masa yang manis untuk dikenang.

Gulali atau sebagian orang menyebutnya dengan permen kapas adalah permen gula pintal yang menyerupai kapas. Biasanya mengandung sedikit perasa atau pewarna makanan.

Gulali dibuat dengan cara memanaskan dan mencairkan gula murni, dan memutarnya secara sentrifugal melalui lubang kecil dari sebuah mesin. Putaran mesin yang sangat cepat akan menghasilkan serat-serat gula halus yang jika dikumpulkan membentuk seperti kapas.

Permen kapas atau gulali akan meleleh di mulut dan meninggalkan rasa lengket. Selain itu, jika terkena udara secara langsung, serat-seratnya akan berubah menjadi keras dan kasar karena bersifat higroskopis, hingga bisa membuatnya mengecil.

Di zaman dahulu, periode tahun 1980-an hingga 1990-an, ini merupakan makanan khas yang sering dijual di pasar malam, pameran sirkus, karnaval, dan festival, yang disajikan dalam kantong plastik, diatas gagang tusuk bambu, atau diatas kerucut kertas.

Melansir dari Wikipedia, permen kapas ini pertama kali dibuat oleh dokter gigi bernama William Morrison di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat pada tahun pada 1897. William Morrison dibantu temannya yang bernama John C. Wharton seorang confectioner atau pembuat permen.

Dua orang ini menciptakan mesin listrik peleleh kapas atau mesin pembuat gula kapas. Mesin ini dipatenkan sebagai mesin pembuat gula kapas pertama di dunia pada tahun 1899.

Jajanan ini diperkenalkan oleh William pada Pameran Dunia St. Louis 1904, dan berhasil menjualnya sebanyak 68.000 kotak.

Dari tahun ke tahun, gula kapas semakin populer tak hanya di Amerika tetapi juga benua lainnya termasuk Eropa dan Asia.

Namun seiring berkembangnya jaman di era tahun 2020-an ini, popularitas permen kapas ini semakin redup. Jajanan jadul yang juga biasa dijajakan di depan sekolah-sekolah ketika jam waktu istirahat dan pulang tiba ini sudah lumayan sulit ditemui.

jurnalisLukman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular