BerandaKulinerSego Jamu, Kuliner Unik dan Langka di Mojokerto

Sego Jamu, Kuliner Unik dan Langka di Mojokerto

Magersari- Di Mojokerto ada kuliner unik dan langka, yaitu Sego Jamu. Kuliner ini tidak setenar nasi jagung dan sambel wader. Namun, jangan salah, sego jamu ini diyakini berkhasiat untuk kesehatan.

Menemukan sego jamu sangatlah mudah. Anda bisa datang ke warung Pak Pri di depan tribun Jogging Track, tepatnya di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto .

Setiap pagi warung milik Supriyanto (62) dan istrinya, Siti Musholihah (51) tak pernah sepi pembeli. Warungnya juga hanya buka pada pagi hari, mulai pukul 06.00 sampai 11.00 WIB.

Sego Jamu olahan pria yang akrab disapa Pak Pri ini berupa sayuran dengan berbagai daun yang khas dipakai untuk bahan jamu. Namun, menu sego jamu itu tidak lagi pahit karena dicampur dengan daun beluntas.

Yaitu, Daun pepaya, daun singkong, bunga pepaya gantung, jantung pisang, pare dan terong diolah menjadi sayuran yang segar. Ditambah lagi dengan lauk ikan patin, ikan pari dan telur bumbu balado.

“Saya namakan sego jamu karena sayurnya ini kan biasa dipakai jamu orang-orang zaman dulu. Yaitu daun pepaya, kembang pepaya, pare, jantung pisang,” kata Pak Pri, Minggu (29/1/2023).

Siti Musholihah menjelaskan cara menghilangkan rasa pahit daun dan bungan pepaya, dan pare, yakni memotong-motong daun luntas, kemudian direbus bersama sayuran tersebut.  “Direbus sampai matang sekitar 5-7 menit,” ujarnya.

Lain halnya dengan jantung pisang yang lebih dahulu dicincang, kemudian dibersihkan dengan air dan ditiriskan. Barulah jantung pisang siap ditumis menggunakan racikan bumbu masak. Antara lain,  bawang putih, bawang merah, cabai, kemiri, garam dan gula, serta dicampur potongan tempe.

“Kalau pare, bunga pepaya dan daun pepaya ditumis pakai bawang putih, bawang merah, gula, garam, cabai dan kecap. Juga diberi potongan tempe,” ujar Supriyanto.

Pengunjung bisa memasan sego jagung di untuk dinikamati di warung maupun  di rumah. Namun, paling pas disantap di warung bersama minuman hangat.

Pak Pri menyampaikan, minuman hangat yang menjadi andalan adalah teh bunga rosela. Menurutnya, teh rosela ini juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Minuman bunga rosela untuk mengurangi kolesterol dan asam urat, jahe serai kayu manis khasiatnya untuk sakit lambung dan masuk angin, sari jeruk nipis untuk kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Kuliner sego jamu di warung milik Supriyanto dan istrinya, Siti Musholihah.

Kuliner sego jamu ini sangat ramah di kantong. Seporsi sego jamu dengan lauk ikan patin dipatok Rp 11 ribu saja. Sedangkan seporsi sego jamu dengan lauk ikan pidang dan telor balado dipatok  Rp 10 ribu. Satu gelas  teh bunga rosela hanya Rp 5.000 ribu,

Warung sego jamu ini, kata Pak Pri berdiri tahun 2000. Pada awalnya ia dan sang istri tidak menjual menu sego jamu, melainkan menyediakan menu sarapan seperti warung kebanyakan, yaitu lodeh, pecel, dan rawon.

Karena sepi pembeli, kemudian ia beralih ke sego jamu. Pak Pri tidak menyangka menu sego jamu begitu diminati hingga sekarang. Bahkan, pelaangganya tidak hanya dari Mojokerto saja. Ada juga dari Gresik, Sidoarjo dan Jombang.

“Karena banyak saingannya, saya ganti menu yang langka di Mojokerto, saya coba sego jamu satu minggu, ternyata laku, lalu saya lanjutkan sampai sekarang,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular