BerandaLayanan PublikHukum Puasa Beduk di Bulan Ramadan, Apakah Boleh Dilakukan ?

Hukum Puasa Beduk di Bulan Ramadan, Apakah Boleh Dilakukan ?

Kabarmojokerto.id – Istilah puasa beduk sudah lama kita dengar. Puasa beduk adalah puasa yang dimulai dari waktu Subuh hingga azan Zuhur. Tentu ini tak ada dasarnya dalam Islam. Sebagaimana kita tahu bahwa hakikat waktu puasa dimulai dari Subuh hingga Magrib tiba.

Maka puasa beduk atau puasa setengah hari hukumnya haram bagi orang dewasa, sebab ia membatalkan puasa bukan pada waktunya, kecuali ia memiliki uzur syarโ€™i yang membolehkannya berbuka.

Namun bagaimana jika puasa setengah hari diperuntukan bagi anak-anak sebagai sarana pendidikan baginya, supaya di kemudian hari ia dapat berpuasa sehari penuh. Dalam Al-Muhadzzab disebutkan:

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽุจููŠู‘ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู„ูู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: (ุฑูููุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ูŽู…ู ุนูŽู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู: ุนูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุจููŠู‘ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุจู’ู„ูุบูŽ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูุธูŽ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู’ู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููููŠู’ู‚ูŽ). ูˆูŽูŠูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูููุนู’ู„ูู‡ู ู„ูุณูŽุจู’ุนู ุณูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุทูŽุงู‚ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ูŽ ูˆูŽูŠูุถู’ุฑูŽุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู„ูุนูŽุดู’ุฑู ู‚ููŠูŽุงุณุงู‹ ุนูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉ

Artinya, โ€œAdapun anak kecil, maka tidak wajib baginya berpuasa, karena ada hadis Nabi SAW, โ€˜Kewajiban diangkat dari tiga orang, yaitu anak kecil hingga ia balig, orang yang tidur hingga bangun, orang gila sampai ia sadar.โ€™ Anak kecil berumur tujuh tahun diperintahkan untuk berpuasa apabila ia kuat, dan anak yang sudah berumur sepuluh tahun dipukul jika meninggalkan puasa, diqiyaskan dengan shalat,โ€ (Lihat Abu Ishaq Ibrahim Asy-Syairazy, Al-Muhadzzab fรฎ Fiqhis Syafiโ€™i, [Beirut, Darul Kutub Ilmiyyah, juz I, halaman 325).

Imam Asy-Syairazi menjelaskan, orang tua mesti memerintahkan anak-anaknya yang sudah berumur tujuh tahun untuk melaksanakan puasa, bahkan memukulnya jika tidak melaksanakan puasa di umur sepuluh tahun karena diqiyaskan pada masalah shalat.

Perihal memukul anak berumur sepuluh tahun yang tidak melaksanakan puasa adalah hasil dari qiyas dengan masalah shalat, yaitu jika anak yang berumur sepuluh tahun meninggalkan shalat, maka boleh ditegur dengan dipukul, tentunya pukulan yang ringan dan tidak menimbulkan luka, yang tujuannya untuk mendidik agar si anak mau melaksanakannya.

Tidak semua anak yang diperintahkan orangtuanya untuk berpuasa kuat melaksanakan puasa sehari penuh, semua butuh proses. Melihat redaksi Imam Asy-Syairazi di atas, โ€œapabila kuatโ€ maka mengindikasikan bahwa menjalankan proses puasa dengan bertahap, dari setengah hari kemudian sehari penuh, adalah boleh karena anak kecil belum terkena taklif, namun dibarengi penjelasan bahwa hakikat waktu puasa adalah sampai waktu terbenamnya matahari atau azan Magrib tiba.

Kita bisa juga meniru salah satu sahabat Nabi dalam mendidik anaknya untuk membiasakan puasa, disebutkan dalam hadits Bukhari:

ุนูŽู†ู’ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽูŠู‘ูุนู ุจูู†ู’ุชู ู…ูุนูŽูˆู‘ูุฐู ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุบูŽุฏูŽุงุฉูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูุฑูŽู‰ ุงู„ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ู…ููู’ุทูุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูุชูู…ู‘ูŽ ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุงููŽู„ูŠูŽุตูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ููŽูƒูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุตููˆู…ูู‡ู ุจูŽุนู’ุฏู ูˆูŽู†ูุตูŽูˆู‘ูู…ู ุตูุจู’ูŠูŽุงู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุฌู’ุนูŽู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุงู„ู„ู‘ูุนู’ุจูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูู‡ู’ู†ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุจูŽูƒูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ู ุฃูŽุนู’ุทูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ุฐูŽุงูƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฅููู’ุทูŽุงุฑู

Artinya, โ€œDari Rubayyiโ€™ binti Muโ€™awwidz, ia berkata bahwa suatu pagi di hari Asyuraโ€™, Nabi SAW mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Ansor untuk menyampaikan pesan, โ€˜Barangsiapa yang pagi hari telah makan, maka hendaknya ia puasa hingga Magrib, dan siapa yang pagi ini berpuasa maka lanjutkan puasanya.โ€™

Rubayyiโ€™ berkata, kemudian kami mengajak anak-anak untuk berpuasa, kami buatkan bagi mereka mainan dari kain. Jika mereka menangis, maka kami beri mainan itu, begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka,โ€ (Lihat Ibnu Hajar Al-โ€˜Asqallani Asy-Syafรฎโ€™i, Fathul Bรขrรฎ Syarh Shahรฎhil Bukhรขri, [Darul Maโ€™rifah, Beirut], juz IV, halaman 201).

Simpulan penjelasan di atas, puasa beduk atau puasa setengah hari diharamkan bagi orang dewasa yang tidak memiliki uzur sama sekali.

Namun untuk anak-anak, puasa beduk Zuhur boleh saja untuk proses tahapan, yang mana di kemudian hari ia dapat puasa satu hari penuh. Pendidikan ini juga disertakan penjelasan bahwa waktu buka puasa yang benar adalah ketika terbenamnya matahari, tepat ketika azan Magrib berkumandang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular