BerandaLayanan PublikSimak Tips Aman Lewat Jalur Ekstrem Cangar-Pacet di Mojokerto, Terkenal Buat Rem...

Simak Tips Aman Lewat Jalur Ekstrem Cangar-Pacet di Mojokerto, Terkenal Buat Rem Blong Motor dan Mobil

Pacet – Jalur Cangar-Pacet selalu ramai dilalui wisatawan, baik yang menuju Pacet, Trawas ataupun Kota Batu. Namun jalur Cangar-Pacet dikenal sebagai jalur ekstrem, salah satunya yang populer adalah tikungan Gotekan di Dusun Pacet Selatan.

Pada akhir pekan atau momentum long weekand, jalur Cangar-Pacet menjadi akses ke sejumlah objek wisata alam.

Sebelum melewati jalur ekstrem Cangar-Pacet, baiknya sobat karmo menyimak tips aman berikut agar terhindar dari rem blong.

Jalur ekstrem Cangar-Pacet menghubungkan Kota Batu dengan Kabupaten Mojokerto. Konturnya berupa turunan curam yang panjangnya sekitar 7 Km dari kawasan Sendi sampai Gotekan di Desa/Kecamatan Pacet.

Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Bayu Agustyan mengatakan, karakteristik jalur Cangar-Pacet berupa turunan curam dan panjang menyebabkan banyak sepeda motor matik mengalami rem blong.

Rem blong terjadi Karena rem yang digunakan terus menerus menimbulkan panas sehingga sistem pengereman tidak berfungsi.

“Kalau dipaksa turun terus tanpa berhenti, potensi terjadi rem blong 80 persen,” kata Bayu kepada Kabarmojokerto.id, Kamis (1/6/2023).

Oleh sebab itu, Bayu mewajibkan para wisatawan yang melintasi jalur ekstrem Cangar-Pacet untuk berhenti minimal 15 menit di rest area yang tersedia. Salah satu rest area di jalur Cangar-Pacet adalah rest area Sendi. Area istirahat ini sekitar 3 Km sebelum tikungan Gotekan.

“Berhenti minimal 15 menit untuk mendinginkan rem agar fungsi rem kembali optimal. Ketika rem sudah dingin insyaallah tidak terjadi rem blong,” terangnya.

Selama ini, kecelakaan akibat rem blong di jalur ekstrem Cangar-Pacet, dari data kepolisisian didominasi sepeda motor matik.

Namun, ia juga mengimbau para wisatawan yang menggunakan kendaraan bertransmisi manual tetap berhati-hati agar tidak mengalami kecelakaan akibat rem blong.

“Untuk kendaraan manual kalau dirasa remnya tidak optimal, harus berhenti dulu, cek dulu kondisi remnya baru melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Selama ini banyak relawan yang bersiaga di jalur ekstrem Cangar-Pacet. Selain menolong para korban kecelakaan, mereka juga membantu mencegah kendaraan wisatawan mengalami gagal fungsi pengereman.

“Paling sering rem blong motor jenis matik. Kalau motor manual minim terjadi. Penyebabnya faktor jalan raya berupa turunan yang tajam dan panjang,” ungkap salah satunya Made Zakaria, relawan Welirang Rescue.

Zakaria bercerita, Ketika melalui turunan curam dan panjang itulah, kampas rem menjadi terlalu panas karena ditekan terus menerus. Puncaknya saat mendekati tikungan Gotekan di Dusun Pacet Selatan, kampas rem yang terlalu panas menyebabkan rem blong.

Namun, di tikungan ini disiapkan sekam penyelamat. Kendaraan para wisatawan yang rem blong pun akhirnya menghantam tumpukan karung berisi sekam di jalur penyelamat.

Untuk mencegah kecelakaan akibat rem blong, lanjut Zakaria, ia mengimbau para wisatawan berhenti di rest area sekitar 3 Km sebelum tikungan Gotekan. Menurutnya, wisatawan sebaiknya berhenti satu jam di rest area agar fungsi sistem pengereman kembali normal.

“Tak kalah penting sebelum berangkat agar mengecek kondisi kendaraan. Karena untuk menanjak dibutuhkan motor yang mesinnya fit. Kalau turunan dibutuhkan rem yang optimal,” jelasnya.

Zakaria juga mengimbau para wisatawan tidak berbongan lebih dari 2 orang. Karena beban yang berlebih menambah tinggi risiko sepeda motor matik mengalami rem blong.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular