BerandaPeristiwaKomplotan Pencuri Kabel PLN di Mojokerto Didanai Penadah Barang Bekas Asal Gresik

Komplotan Pencuri Kabel PLN di Mojokerto Didanai Penadah Barang Bekas Asal Gresik

KABAR MOJOKERTO – Sebanyak 4 orang pelaku pencurian kabel NYY gardu PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mojokerto ditangkap polisi. Belakangan terkuak, ada bandar besar yang mendanai para pelaku dalam melancarkan aksi pencurian.

Hal itu terkuak setelah 4 pelaku dicecar petugas kepolisian saat menjalani proses pemeriksaan di Mapolresta Mojokerto. Dari keterangan pelaku, mereka didanai oleh seseorang yang memiliki usaha sebagai pengepul barang bekas di wilayah Kebomas, Kabupaten Gresik.

“(Pelaku) didanai pelaku penadah. Salah satunya untuk menyewa mobil, beli BBM, bayar tol. Penadahnya yang sudah ditangkap Polres Gresik,” kata Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria dalam konferensi pers, Rabu (5/7/2023).

Wiwit mengungkapkan, kabel NYY yang menjadi sasaran pencurian komplotan ini, memiliki panjang 9 meter dengan diameter 1,5 cm. Kabel tersebut terbuat dari tembaga murni. Bobot tembaga yang mereka dapatkan dari setiap gardu mencapai 27 Kg.

Kabel curian itu kemudian dijual oleh para pelaku ke seorang penadah yang mendanai aksi pencurian. Kepada penadah tersebut, para pencuri ini menjualnya kabel tembaga murni tersebut dengan harga Rp 70.000 perkilogram (Kg).

“Satu gardu kalau dijual menghasilkan uang Rp 1,8 juta. Kalau 4 gardu setiap malam, hasil yang mereka dapatkan sekitar Rp 7,2 juta,” ungkap Wiwit.

Dalam ungkap kasus ini, lanjut Wiwit, Polresta Mojokerto juga bekerjasama dengan Polres Gresik. Pelaku diamankan di rumah makan Jalan Kapten Darmosugondo, Kelurahan Karangkering, Kebomas, Gresik dan di lapak pengepul rongsokan di Kebomas, Selasa (4/7/2023).

Sejauh ini, ada 8 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka termasuk penadah barang curian tersebut. Sebanyak 4 pelaku ditangani Polres Gresik sedangkan 4 pelaku lainnya ditangani Polresta Mojokerto.

Keempatnya yakni YN (37), warga Gunungsari, Kabupaten Serang, RR (26), warga Cigading, Kelurahan Tegalratu, Ciwandan, Kota Cilegon, SM (30), warga Citangkil, Kota Cilegon, serta I (37), warga Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura. Mereka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-3e dan ke-4e, ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular