BerandaPeristiwaRekonstruksi Pembunuhan Siswi SMP di Mojokerto, Pelaku Perankan 36 Adegan

Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMP di Mojokerto, Pelaku Perankan 36 Adegan

Mojokerto – Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan AE (15) siswi SMPN 1 Kemlagi, Mojokerto. Ada sebanyak 36 adegan yang diperankan oleh kedua pelaku, yakni AAW (15) (sebelumnya tertulis AW) serta Mochammad Adi (19) alias MA warga Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Dalam rekontruksi ini kedua pelaku memerankan seluruh rangkaian adegan. Mulai dari proses perencanaan pembegalan, pelaksanaan eksekusi, pemerkosaan, hingga proses bagaimana kedua pelaku membuang jasad AE di parit bawah jembatan rel kereta api di Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

“Ada sebanyak 36 adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi ini,” kata Kasat Reskrim Polres Kota (Polresta) Mojokerto AKP Bambang Tri Sutrisno kepada wartawa usai rekonstruksi.

Kasat Reskrim menyebutkan, rekonstruksi ini tak lain untuk memperkuat berita acara pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian, pasca menetapkan AW dan MA sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan siswi kelas IX SMPN 1 Kemlagi. Tak hanya menghabisi nyawa korban, pelaku juga merampas seluruh harta benda milik AE.

“Tujuannya untuk memperdalam dan membuat terang benerang fakta-fakta yang dilakukan kedua pelaku agar ada kesesuai dengan keterang pelaku,” ucap Bambang.

AE tewas dengan cara yang mengenaskan. Siswi SMPN 1 Kemlagi Mojokerto dibunuh oleh AAW yang tak lain merupakan teman satu kelasnya. Usai dibunuh, pelaku AAW kemudian membawa jasad AE ke satu pelaku lain berinisial MA. Keduanya kemudian berencana membuang jasad AE agar aksi pembunuhan itu tidak terungkap.

Jasad AE rencananya akan dibuang ke sungai dengan cara dibungkus menggunakan karung berwarna putih. Namun saat AAW pergi membeli tali, MA yang masih gelap mata kemudian memperkosa jasad AE. Biadabnya, pemerkosaan itu dilakukan hingga dua kali. Usai memperkosa jasad AE, kedua pelaku kemudian membuang mayat AE.

Kasus inipun terungkap setelah polisi selama hampir sebulan melakukan penyelidikan. Pasca polisi menerima laporan dari kedua orang tua AE pada 17 Mei 2023 lalu. AE dinyakan hilang setelah pergi dari rumah pada 15 Mei 2023 sore. Ketika itu, AE berpamitan pergi ke pasar malam.

Dalam pesan singkat yang dikirim ke ibunya, AE mengaku pergi dengan D. Namun hingga malam hari, AE tak kunjung pulang. Higga akhirnya polisi meringkus kedua pelaku AAW dan MA. Dari pengakuan kedua pelaku, kemudian polisi berhasil menemukan jasad AE yang dibuang di parit bawah jembatan rel kereta api Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pembunuhan itu dilatar belakangi rasa dendam AAW ke AE. AAW dendam lantaran ditagih uang iuran kelas yang nunggak 2 bulan, sebesar Rp 40.000. Selain itu, MA juga membutuhkan uang untuk memperbaiki ponselnya yang rusak. Sehingga kedua pelaku merencanakan aksi untuk membegal dan membunuh AE.

Sejauh ini lanjut Bambang, tidak ditemukan adanya fakta baru dalam rekontruksi yang digelar di halaman Satsamapta Polresta Mojokerto. Polisi dengan tiga balok emas di pundak ini menyatakan, apa yang disampaikan kedua pelaku dalam keterangan masih sama hasil dari pelaksanaan rekontruksi.

“(Fakta baru dalam kasus pembunuhan ini) Sejauh ini keterangan pelaku dengan hasil rekonstruksi masih sama,” tukas Bambang.

Rekontruksi ini juga diikuti jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto. Ini untuk memastikan reka ulang yang dilakukan, sesuai dengan berita acara pemeriksaan. Dalam kasus ini, kedua pelaku dijerat pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP juncto pasal 80 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan pasal 365.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular