BerandaPeristiwaSepekan, 5 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan di Mojokerto

Sepekan, 5 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan di Mojokerto

KABAR MOJOKERTO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat terjadi lima kali kebakaran hutan dan lahan (Karhutlan) di Mojokerto dalam sepekan terakhir. Kebakaran diduga sengaja dibakar orang tak bertanggung jawab.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, lima kali kebakaran hutan dan lahan ini terjadi selama rentan waktu 2 Agutus sampai 8 Agutus 2023. Pertama, Karhutla terjadi pada Rabu, 2 Agustus 2023, di Hutan Jati area petak 3A / 1 kawasan rumah pengelola hutan (RPH) Manting, kesatuan pemangku Hutan (KPH) Pasuruan, masuk wilayah Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto. Api menghanguskan sekitar 1,5 hektar lahan.

Kedua, Karhutla melanda petak 76/D RPH Kupang BKPH Kemlagi, KPH Mojokerto di Desa kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Senin, 7 Agustus 2023. Lokasi tepatnya di sebelah  utara bukit kayu putih Jetis- Dawarblandong. Api membakar rumput ilalang dan semak belukar yang luasnya sekitar 150 meter persegi.

Ketiga, Karhutla kembali terjadi di Hutan Jati Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto pada Selasa, 8 Agutus 2023 sekitar pukul 13.35 WIB. Untuk yang kedua kalinya, api mebakar ilalang di area petak 2B wilayah KPH Pasuruan. Sedikitnya sekitar 4 hektar lahan dilalap si jago merah. Api berhasil dipadam sekitar pukul 15.20 WIB.

Keempat, api kembali muncul di area petak 2B hutan jati, Desa Sumberjati pada pukul 19.30 WIB. Kebakaran ini mengakibatkan 2 hektar lahan ludes terbakar.

Di hari yang sama juga terjadi di kawasan hutan Desa Pucuk , Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Peristiwa yang menghanguskan sekitar setengah hektar ini menjadi Karhutla yang kelima.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyampaikan, cuaca panas di musim kemarau bukan menjadi salah satu penyebab terjadinya Karhutla. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran secara pasti. Namun, sejauh ini ia menduga sengaja dibakar oleh orang tak bertanggung jawab.

Orang tak pertanggungjawab itu seperti membuang putung rokok di lahan. Atau orang membakar sampah di lahan hutan lalu api merambat karena terkena hembusan angin.

“Kita sampai sana sudah terbakar. Titik awal kebakaran sebelah mana kita tidak tahu. Saya rasa tidak (karena cuaca panas). Diduga penyebabnya orang-orang tidak bertanggungjawab,” katanya kepada kabarmojokerto.id, Rabu (9/8/2023).

Saat menerima laporan Karhutla pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk pemadaman. Proses pemadaman juga melibatkan TNI, Polri, dan petugas Perhutani setempat. Pemadaman menggunakan alat seadanya karena jalan menuju lokasi tidak bisa dilalui oleh mobil pemadam kebakaran.

Khakim menjelaskan, wilayah yang terjadi kebakaran hutan ini berpotensi mengalami kekeringan. Sehingga, pihaknya ada penghijauan kembali atau reboisasi dari oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Perhutani.

“Dampak kebakaran juga bisa kekeringan. Reboisisi itu kewenangan Perhutani. Saya berharap itu dilakukan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular