BerandaSejarahGebyar Hari Gizi Nasional, Bupati Mojokerto Berbagi Tips Cegah Anemia Pada Remaja...

Gebyar Hari Gizi Nasional, Bupati Mojokerto Berbagi Tips Cegah Anemia Pada Remaja Putri

Kemlagi – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri gebyar hari gizi nasional 2023 di SMKN 1 Kemlagi, Mojokerto, Kamis (10/2/2023). Ia berkesempatan berbagi tips mencegah anemia kepada remaja putri.

Selain itu, Bupati perempuan pertama Mojokerto itu juga mengajak seluruh siswi SMKN 1 Kemlagi minum tablet tambah darah (TTD).

Ikfina menjelaskan, pelaksanaan minum TTD ini merupakan program wajib dari Kementerian Kesehatan. Sebab, saat ini bangsa Indonesia mengadapi ancaman stunting. Stunting mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Stunting ini adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena pada saat ibunya hamil. Ibunya mengalami kurang darah atau anemia,” katanya dihadapan para siswi SMKN 1 Kemlagi.

Menurut dia, 30 persen atau sepertiga dari perempuan di Indonesia telah menderita anemia kronis sebelum menjadi calon ibu.  Ia menjelaskan, menstruasi setiap bulan juga dapat menjadi penyebab remaja putri menderita anemia. 

Oleh sebab itu, Ikfina membagi tips kepada seluruh siswi SMKN 1 Kemlagi cara mencegah anemia. Yakni, dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Zat besi menjadi salah satu faktor memperlancar produksi sel darah merah pada tubuh. Kebutuhan zat besi pada tubuh sebesar 15 miligram per hari.

‚ÄúMakanan apa saja yang mengandung zat besi. Makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu kacang-kacangan, hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian kuning telur. Karena faktanya 30 persen atau 1/3 remaja putri di Indonesia mengalami kondisi yang namanya anemia atau kekurangan darah,‚ÄĚ jelas perempuan yang juga seorang dokter itu.

 

Siswi SMKN 1 Kemlagi meminum tablet tambah darah.

Tak hanya memperbanyak makanan mengandung zat besi, Ikfina juga mengimbau rutin setiap minggu minum TTD. Anemia juga dapat menyebabkan sering merasa mengantuk, otak tidak bisa berpikir dengan cepat, dan menggangu konsentrasi.

Ia menambahkan, terdapat dua faktor yang mengahambat sekaligus mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh. Yaitu meminum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam.

“Kalau minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus,‚ÄĚ imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto  Ulum Rokhmat, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Ninik juga turut hadir dalam gebyar Hari Gizi Nasional tahun 2023 ini. 

Kemudian, Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Jawa Timur, Agus Sri Wardoyo, Kepala Puskesmas Kemlagi, Kepala SMKN 1 Kemlagi Agus Ubaidillah, serta Forkopimca Kemlagi.


Ketua DPD PERSAGI Provinsi Jawa Timur, Agus Sri wardoyo menyampaikan, cara penanganan stunting terbaik adalah memelihara kesehatan remaja putri sebelum menjadi calon ibu hamil. Ia berharap, dengan mengomsumsi tablet tambah darah kelak dapat menjadi yang sehat. 

“Tablet tambah darah diminum dengan baik agar anak-anakku menjadi remaja putri yang sehat, menjadi ibu yang sehat, dan melahirkan generasi bangsa yang sehat untuk menuju Mojokerto Sehat Jawa Timur sehat,” katanya.

Bupati Mojokerto Sebet Penghargaan dari Menteri Kesehatan 

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan berkaitan upaya pencegahan stungting pada tahun 2022.

Dalam kessmpatan ini, Ikfina mendapat penghargaan dari Menteri Kesehatan berkaitan pencegahan stungting pada tahun 2022. Perolehan penghargaan berkat presentase jumlah sekolah terbanyak yang mengikuti gerakan nasional aksi bergizi dalam upaya pencegahan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Ulum Rokhmat menyampaikan, kondisi pembangunan kesehatan sedang dititik beratkan pada upaya promotif preventif. Sebab, bisa berdampak pada ekonomi. Gizi anak harus diperbaiki sejak 1000 hari pertama kehidupan.

“Permasalahan kesehatan dan gizi remaja akan mempengaruhi kualitas hidup pada usia produktif dan usia selanjutnya,” jelasnya.

Percepatan penurunan stunting menjadi menjadi salah satu tujuan pembangunan kesehatan. Sehingga, penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif perlu digencarkan. Sasarannya adalah  Remaja, calon pengantin, ibu hamil, Ibu menyusui dan anak berusia 0-59 bulan.

“Intervensi Stunting¬†kita remaja putri menimum TTD sudah 100 persen. Sedangkan stunting kita tinggal 11 persen. Dengan melakukan penanganan masalah stunting, secara tidak langsung akan mencegah masalah gizi di kemudian hari ” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular