BerandaSejarahDua Alasan Pasien Operasi di Rumah Sakit Tidak Boleh Ditemani

Dua Alasan Pasien Operasi di Rumah Sakit Tidak Boleh Ditemani


KABAR MOJOKERTO –
Operasi menjadi momen mendebarkan bagi pasien di rumah sakit. Meski banyak teknologi medis yang diklaim mempermudah proses operasi, tetap saja anda sedang mempertaruhkan nyawa saat operasi. Tak heran jika anda ingin orang terdekat menemani selama proses berlangsung.

Sayangnya, tidak semua rumah sakit mengizinkan pihak keluarga atau orang terdekat masuk ke ruang operasi. Tentunya ada alasan dibalik itu.

Menurut Kepala Instalasi Bedah Sentral RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto dr Yohni Wahyu Finansah terdapat alasan. Yaitu menjaga ruangan operasi tetap steril dan mencegah pengalaman traumatis.

dr Yohni menjelaskan, ruang operasi terbagi dua, zona umum (holding) dan zona steril. Zona umum adalah tempat yang disediakan untuk menunggu pasien operasi. Sedangkan zona steril adalah ruangan utama operasi.

“Kita membatasi orang yang ada di ruang operasi. Petugas pun juga kita batasi. Kalau crowed (ramai/sesak ) justru bisa membahayakan sirkulasi udara dan ruangan operasi rentan kuman,” katanya kepada kabarmojokerto.id, Selasa (22/8/2023).

Standarnya ada 6 tenaga medis dan kesehatan saat operasi berjalan. 1 dokter anestesiologi (bius) beserta 1 asistennya dan dokter operator berserta 2 asisten. Ditambah satu perawat lagi sebagi tenaga pembantu.

“Standar ini berlaku di semua rumah sakit karena memang aturannya seperti itu, ada 6 tenaga medis dan kesehatan,” terangnya dr Yohni.

Alasan Kedua, mencegah pengalaman traumatis. Rumah sakit memperhatikan orang yang menemani pasien. Dikhawatirkan terluka secara mental setelah menyaksikan proses operasi. Bahkan dalam skenario terburuk,  bisa terkena post-traumatic stress disorder (PTSD) atau kelainan mental setelah mengalami pengalaman traumatis.

Namun, lanjut dr Yohni, dalam kondisi tertentu pihak rumah sakit meminta perwakilan keluarga untuk masuk ke ruang operasi. Misalnya, saat opersasi ada pendarahan di dalam perut, setelah dicek ternyata ada tumor yang sebelumya tidak terdeteksi. Maka, tim dokter akan meminta pihak keluarga melihat langsung kondisi tumornya.

“Itu pun yang disarankan masuk orang yang punya mental kuat. Dokter nanti kan menjelaskan mengenai kondisi pasien dan meminta persetujuan pihak keluarga mengenai pengangkatan tomor ” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular