BerandaSejarahGelar Audit Kasus Stunting, Bupati Mojokerto Minta Fokus Pedampingan Penderita

Gelar Audit Kasus Stunting, Bupati Mojokerto Minta Fokus Pedampingan Penderita

KABAR MOJOKERTO – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto melaksanakan Audit Stunting tingkat Kabupaten Mojokerto Tahun 2023. Ini sebagai upaya percepatan penurunan stunting.

Audit kasus stungting digelar di Smart Room SBK Kantor Pemkab Mojokerto pad, Rabu (11/10/2023) siang. Sasaran pembahasan audit kasus Stunting kali ini pada kelompok  (Calon pengantin, Ibu Hamil, Ibu Nifas, Baduta/Balita) oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) terhadap kasus stunting batuta/ balita dan  ibu hamil KEK di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Gondang, Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pacet .

Bupati Mojokerto meminta agar fokus pada pendampingan setiap kasus lebih melakukan intervensi kepada keluarga penderita. Ia juga mengimbau  untuk mengelompokkan setiap kasus agar dapat segera diselesaikan di tingkat desa, tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

“PR-nya dicatat, karena tahun ini terakhir kita melakukan audit stunting, jadi saya minta tolong, pertama audit stunting tahun ini nanti diakhir tahun direport. Terus kemudian kasus-kasus stunting itu minta tolong semuanya masuk dalam pemantauan. Saya minta tolong untuk kasus-kasus stunting  dikelompokkan mana yang PR-nya desa, jadi bisa dilakukan sendiri oleh desa, mana PR-nya ini nanti harus ada intervensi dari kecamatan, dan mana PR-nya nanti yang dibawa ke tingkat kabupaten,” ucap bupati.

Pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah Teguh Gunarko juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi tim percepatan penurunan stunting (TPPS) untuk selalu memonitor kasus stunting di Kabupaten Mojokerto.

“Terkait dengan percepatan kasus stunting terkait apa yang disampaikan ibu bupati agar segera bisa ditindaklanjuti. Harus ada komunikasi dan kolaborasi dari tim TPPS baik dari tim teknis maupun pakar. Kasus – kasus stunting yang kita bahas di audit harus benar-  benar kasus yang bisa menjadi model pembelajaran.

Tolong diususulkan per kecematan masing- masing 3 kasus. Silahkan sampling minimal 30%,” ucap bupati.

Selain itu, terkait pelaporan kasus stunting, Teguh mengimbau, agar seluruh TPPS dapat memperhatikan hal tersebut, sehingga pelaporan kasus stunting dari tingkat desa hingga Kecamatan bisa dimasukkan dalam sistem aplikasi.

“Jadi nanti TPPS dan tim audit bisa bekerjasama dengan baik, dari tingkat desa maupun tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Camat dan kepala puskesmas tiga Kecamatan yakni Kecamatan Gondang, Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pacet.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular