BerandaSejarahMasjid Darul Muttaqin Berarsitektur Khas Majapahit, Tempat Jujukan Masyarakat

Masjid Darul Muttaqin Berarsitektur Khas Majapahit, Tempat Jujukan Masyarakat

Trowulan – Mojokerto adalah bumi Majapahit, pengaruh Majapahitnya pun masih terasa hingga sekarang. Salah satunya dibuktikan dengan bangunan masjid dengan arsitektur khas Majapahit.

Masjid tersebut adalah Masjid Darul Muttaqin, banyak masyarakat yang menggunakan masjid ini sebagai tempat beristirahat dan menunaikan ibadah shalat saat mudik lebaran.

Bukan sebatas untuk ibadah saja, masjid ini selain digunakan untuk beristirahat, masjid ini juga menjadi tempat swafoto bagi masyarakat.

Masjid Darul Muttaqin Dengan Arsitektur Khas Majapahit.

Bangunan masjid yang fotogenik menjadi pilihan menarik masyarakat untuk berswaforo, bahkan bangunan tersebut menjadi bangunan indah yang bisa mengingatkan kembali era kerajaan Majapahit.

Masjid Darul Muttaqin terletak di Dusun/Desa Jatipasar Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, tidak jauh berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Yang membuat masjid ini berbeda, yakni desain bangunannya dipenuhi ornamen-ornamen khas Kerajaan Majapahit.

Khas Majapahit bahkan terasa mulai dari hiasan ukiran pada pintu, fentilasi hingga tempat imaman pada masjid ini bernuansa Kerajaan Majapahit.

Masjid Darul Muttaqin Dengan Arsitektur Khas Majapahit.

Banyak masyarakat yang menyebut Masjid Darul Muttaqin yang dibangun tahun 2015 ini disebut Masjid Majapahit.

Onamen fentilasi masjid berbentuk Surya Majapahit. Untuk diketahui, Surya Majapahit sendiri sering ditemukan pada reruntuhan bangunan yang berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Lambang berbentuk Matahari bersudut delapan dengan bagian lingkaran di tengah menampilkan dewa-dewa Hindu.

Lambang berbentuk diagram kosmologi yang disinari jurai Matahari khas Surya Majapahit ini membuat banyak arkeolog menduga bahwa pada masa Kerajaan Majapahit, lambang Surya Majapahit berfungsi sebagai lambang Kerajaan Majapahit.

Masjid Darul Muttaqin ini mempunyai dinding yang terbuat dari batu bata yang identik dengan ciri bangunan pada masa Kerajaan Majapahit dengan cat warna merah pada setiap batu bata di dinding masjid ini.

Ketika memasuki area masjid, ragam hias motif seperti bunga teratai dan tumbuhan lain menempel di empat pilar bangunan masjid dan tempat imam yang dipenuhi ukiran hias, beragam motif dan ornamen tersebut semakin menambah keindahan dan kekentalan nuansa Majapahit.

Pembatasan jamaah di Masjid Darul Muttaqin.

Yudo Mariono salah satu pemangku Masjid Darul Muttaqin menjelaskan, sejarah memakai ornamen khas Majapahit ini merupakan hasil dari kesepakatan warga dan tokoh agama setempat.

“Jadi selain berdiri sebuah Masjid, nantinya diharapkan keberadaan Masjid ini akan mengingatkan warga dan pengunjung yang datang, bahwasanya trowulan dulunya merupakan pusat Kerajaan Majapahit” ucapnya kepada Kabarmojokerto.id.

Selain tempat beribadah, Masjid Darul Muttaqin juga seringkali menjadi jujukan para pejalan yang bepergian jauh karena rasa penasaran dengan keberadaan Masjid Darul Muttaqin.

“saya sering mampir ke masjid ini, karena tempatnya yang sejuk, fasilitas seperti toilet dan airnya berjalan dengan baik, bangunan masjid yang mengadopsi seperti Pendopo (Paseban) yang tidak menggunakan pintu ini mempunyai ciri khas sendiri dari pada masjid lain yang memakai pintu”, ucap Abdul Malik salah satu pengunjung dan jamaah asal Mojosari.

Lokasinya yang berada di pinggir jalan, membuat, eksistensi masjid bernuansa Majapahit ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung atau para jamaah, bahkan masjid ini selalu ramai saat bulan Ramadan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular