BerandaSejarahProgram SEHATI Terus Bergulir, Bupati Mojokerto Minta Ortu Perhatikan Gizi Anak

Program SEHATI Terus Bergulir, Bupati Mojokerto Minta Ortu Perhatikan Gizi Anak

KABAR MOJOKERTO – Pemerintah Kabupten terus menggulirkan program Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI (SEHATI). Kali ini, digelar di Aula Balai Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, Selasa (8/8/2023).

Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta orang tua memperhatikan asupan gizi anak. Selain itu juga mengawasi dan menjaga tahapan tumbuh kembang anak. Terutama untuk ibu hamil (bumil).

“Bumil harus periksa minimal 6 kali selama masa mengandung, agar terpantau terus kondisi kesehatan calon anak dan ibunya. Untuk balita, tolong betul-betul dirawat dengan benar. Jangan sampai infeksi berulang atau sering sakit (salah satu indikator stunting),” katanya.

Menurut perempuan yang juga seorang dokter ini, terjangkit infeksi atau kerap sakit dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Oleh sebab itu, Ikfina meminta orang tua memaksimalkan pertumbuhan anak pada usia 0-1 tahun.

“Jangan sampai berat badan kurang, panjang badan kurang, karena itu menandakan volume otaknya juga kurang. Bayi di bawah 6 bulan hanya boleh ASI eksklusif saja. Ini supaya anak tidak mudah sakit, sebab ASI mengandung antibodi,” ungkapnya.

Setelah 6 bulan, lanjut dia, bayi boleh diberi makanan pendamping seperti bubur susu dengan tekstur bertahap. “Ingat juga, setiap kali makan harus selalu ada zat pembangun. Bisa dari telur, ikan, daging, ayam, tahu, tempe, juga susu,” beber Bupati Ikfina.

Selain kesehatan, Bupati perempuan Mojokerto pertama ini juga mengedukasi para ibu agar melimpahkan kasih sayang sebanyak-banyaknya untuk membangun karakter. Ia mendorong para ibu untuk meneggakkan sikap mendidik anak sesuai tahapan umurnya. Ini dilakukan demi kemandirian di masa depan.

“Bagi yang punya anak usia 1-3 tahun, tolong ajari anak untuk bisa melakukan semuanya sendiri. Seperti makan, minum, lepas-pakai baju sendiri, kencing maupun BAB sendiri. Ajarkan rapikan mainan, maupun meletakkan sepatu setelah dipakai pada tempatnya,” ujarnya.

Sedangkan anak berusia diatas 3-6 tahun, mulai dibiasakan mengambil inisiatif. Misalnya, merikan kesempatan untuk memilih baju sendiri. Ikfins berpesan agar setiap orang tua juga memberikan contoh positif dalam segala hal.

“Saya berpesan agar jangan pelit memuji anak. Pujilah mereka setinggi langit, mumpun masih usia dini. Orang tua yang akan membentuk anak kelak seprti apa. Maka dari itu manfaatkan kesempatan dan jangan sampai kehilangan momen,” pungkas Ikfina.

Kades Sumbersono Ade Martta Primadhi memaparkan data terkait stunting, AKI dan AKB di desanya. Tercatat 17 kasus balita stunting yang kini sudah turun menjadi 7, 3 dari 12 bumil tercatat mengalami KEK, kasus AKI tidak ada, dan 2 kasus AKB di tahun 2022

Saat ini, jumlah balita di Sumbersono terdata ada 220, dan yang hadir hari ini ada 75 balita sesuai jadwal posyandu selama setahun.

“Demi menurunkan stunting dan KEK, pemdes melakukan sosilaisasi pencegahan stunting, rembuk stunting, monev 3 bulan sekali, maupun pemberian BLT dari dana desa,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular