BerandaSejarahPuskesmas Sooko Punya Inovasi Mami Mita untuk Pulihkan Balita Kurang Gizi dan...

Puskesmas Sooko Punya Inovasi Mami Mita untuk Pulihkan Balita Kurang Gizi dan Stunting

Sooko- Puskesmas Sooko, Kabupaten Mojokerto mempunyai inovasi Mami Mita untuk menekan angka balita kurang gizi dan stunting. Program ini mengajari dan memantau emak-emak dalam memberikan menu gizi seimbang kepada anak.

Mami Mita adalah akronim mantau menu gizi ibu hamil dan balita. Kepala UPT Puskesmas Sooko dr Dadang Hendryanto mengatakan, program ini dijalankan sejak Oktober 2022. Salah satu tujuannya meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita di Kecamatan Sooko.

“Juga untuk penanggulangan masalah gizi secara rutin dan mandiri,” kata dr Dadang kepada kabarmojokerto.id, Selasa (21/3/2023).

Inovasi Mami Mita diawali dengan pembentukan kader gizi di 15 desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sooko. Setiap kader ditugaskan mendaftar nama-nama ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK), serta balita kurang gizi dan stunting. Data tersebut lantas diserahkan kepada bidan desa masing-masing.

Edukasi ibu-ibu tentang menu gizi seimbang (Dokumentasi Puskesmas Sooko)

Selanjutnya, tim dari Puskesmas Sooko memberi edukasi kepada emak-emak maupun bumil di setiap desa. Yaitu tentang menu gizi seimbang dan cara memberi makan anak yang benar. Karena anak kurang gizi dan stunting terjadi karena kurangnya pengetahuan para ibu tentang menu gizi seimbang.

“Maka kami lakukan demo memasak. Cara memasak baik dan benar sesuai menu gizinya, ada kalori berupa karbohidrat, protein, sayur dan buah. Juga kudapan atau makanan tambahan yang harus bergizi,” jelas dr Dadang.

Tak sampai di situ saja, lanjut dr Dadang, pihaknya juga terus memantau menu yang dikonsumsi bumil dan pemberian menu gizi seimbang oleh emak-emak kepada anak kurang gizi dan stunting. Caranya, setiap desa dibuatkan gurp WhatsApp sebagai sarana bagi emak-emak melaporkan realisasi menu gizi seimbang.

“Satu minggu minimal 2 kali laporan lewat grup. Yang dilaporkan menu yang dimakan anak dan bumil setiap hari. Bagi yang gaptek, kami beri buku isi piringku berisi contoh menu-menu makanan dan laporan menu yang dikonsumsi anak dan bumil setiap hari,” ujarnya.

Selain memantau konsumsi makan bumil dan balita, grup Whatsapp juga untuk berbagi resep kreasi makanan. Evaluasi dilakukan setiap bulan melalui Posyandu di setiap desa.

“Pemantauan langsung setiap Posyandu, diukur berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atasnya. Akan ketahuan mereka mengisi laporan secara benar atau tidak,” tandasnya.

Per Februari 2023, terdapat 77 balita yang mengalami stunting di Kecamatan Sooko. Dengan rincian di Desa Tempuran 2 anak, Kedungmaling 6 anak, Ngingasrembyong 3 anak, Mojoranu 4 anak, Sambiroto 4 anak, Modongan 13 anak.

Juga di Desa Karangkedawang 4 anak, Sooko 2 anak, Blimbingsari 13 anak, Brangkal 3 anak, Japan 10 anak, Wringinrejo 6 anak, Gemekan 3 anak, serta Desa Jampirogo 4 anak.

(Penulis: Muhammad Gusta)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular