BerandaSejarahRSUD Soekandar Bakal Manjakan Pasien dengan IGD Terpadu Senilai Rp 43 Miliar

RSUD Soekandar Bakal Manjakan Pasien dengan IGD Terpadu Senilai Rp 43 Miliar

Mojosari- RSUD Prof dr Soekandar meningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk mendongkrak pendapatan sesuai instruksi Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Salah satunya, rumah sakit pelat merah ini akan membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu tahun ini senilai Rp 43,1 miliar.

Direktur RSUD Prof dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengatakan, pembangunan IGD Terpadu tahun ini dilatarbelakangi sejumlah persoalan. Pertama, kapasitas IGD yang sudah ada hanya 15 tempat tidur (bed).

Kedua, IGD masih terpisah dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), radiologi dan laboratorium. Ketiga, IGD juga belum dilengkapi ruangan khusus untuk mengoperasi pasien gawat darurat (Operatie Kamer/OK Emergensi).

“IGD akan kami buat one stop services. Sehingga pasien tidak perlu wira-wiri karena mulai pendaftaran, laboratorium, radiologi, OK emergensi dan PONEK di dalam satu gedung. Kapasitasnya juga ditingkatkan,” kata dr Djalu kepada kabarmojokerto.id, Sabtu (15/4/2023).

dr Djalu menuturkan, gedung IGD Terpadu bakal dibangun 4 lantai tahun ini. Anggaran yang pihaknya siapkan mencapai Rp 43,1 miliar dari pendapatan RSUD Prof dr Soekandar sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Oleh sebab itu, layanan IGD dipindahkan sementara di ruangan lain agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan. Sedangkan IGD lama sudah dikosongkan sebagai tahap persiapan pembangunan.

Nantinya, IGD Terpadu dibangun di area IGD lama yang menghadap ke Jalan Hayam Wuruk nomor 25, Kecamatan Mojosari. “Targetnya gedung baru bisa ditempati awal 2024. Pembangunannya November tahun ini harus selesai, lalu dilanjutkan proses pemindahan alkes dan sarana lainnya,” jelasnya.

Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi RSUD Prof dr Soekandar, Risyka Amelia menerangkan, peningkatan mutu layanan terus ditingkatkan seiring kian tingginya kunjungan pasien. Sepanjang 2021, IGD RSUD Prof dr Soekandar melayani 10.837 pasien.

Tahun 2022 naik signifikan menjadi 14.752 pasien. Sedangkan Januari-Maret 2023, IGD sudah meyani 4.126 pasien. Ia berharap IGD Terpadu nantinya benar-benar bisa memanjakan pasien sehingga kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Prof dr Soekandar juga kian tinggi.

“Saat ini kunjungan pasien semakin banyak, di era digital ini masyarakat lebih memilih yang one stop services. Tidak perlu wira wiri, tapi pelayanan beres,” terangnya.

Pengadaan alkes tambahan untuk IGD Terpadu, menurut Risyka, bakal dikerjakan tahun 2024. Sehingga mulai awal tahun depan, IGD Terpadu masih menggunakan sarana lama agar pelayanan tetap berjalan.

“Sudah kami usulkan di DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun depan. Misalnya butuh OK emergensi, otomatis kami butuh lampu, meja operasi, mesin anestesi,” pungkasnya.

(Penulis: Muhammad Gusta)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular