BerandaSejarahTrik Puskesmas Tawangsari Hadapai Orang Tua Denial Saat Anak Didiagnosis Stunting

Trik Puskesmas Tawangsari Hadapai Orang Tua Denial Saat Anak Didiagnosis Stunting

Trowulan – Tidak mudah bagi tenaga kesehatan (nakes) meskrinning penderita Covid. Banyak petugas kesehatan di puskesmas Tawangsari yang kesulitan dalam menyampaikan kondisi anak yang terindikasi stunting kepada orangtua. Kebanyakan orangtua akan membantah atau tidak mau percaya ketika anaknya terindikasi stunting.

“Kusulitan dan kendala penolakan itu sering kami hadapi. Ibu yang mendapatkan anak dengan diagnosis┬ástunting, memang sangat sensitif. Kita enggak tutup mata itu. Malah, kadang-kadang, mereka denial, tidak mengakui, ‘oh enggak, memang keturunan saya kecil, pendek’,” kata Ahli Gizi (Nutritionist) Puskesmas Tawangsari Rina Wahyu Indarti kepada Kabarmojokerto.id.

Sebagai informasi, untuk mengetahui balita stunting atau tidak, biasanya dilihat dari masa pertumbuhan anak yang tercatat di posyandu.

Saat tenaga kesehatan mengetahui ada anak yang berat dan tingginya tidak mengalami perubahan setiap bulannya, mereka akan merekomendasikan untuk berkonsultasi kepada ahli gizi di puskesmas atau posyandu.

“Mereka kebanyakan bilang, ‘pemantauan gizinya lanjut di puskesmas atau posyandu ya’. Jadi, memang dari awal, kader-kader kami meenjaga pola komunikasi untuk menyampaikan langsung, karena sensitif,” ucap

Rina menyampaikan, banyak orangtua yang tidak menerima dengan kondisi anak stunting setelah mengetahui dari dokter spesialis anak.

Mereka, kata Rina, kerap kali membandingkan dengan keturunan yang sebelumnya.

Terlepas dari keahlian dari bidang kesehatan, menjadi petugas kesehatan juga akan bersinggungan dengan masalah simpati atau empati.

Maka dari itu, Rina berujar, tidak sedikit petugas kesehatan merasa sedih dengan orangtua yang memiliki anak stunting.

“Memang penyampaiannya itu harus pelan-pelan, dengan memberikan semangat, juga penyampaian kepada warga itu enggak cukup sekali. Dan diusahakan yang menyampaikan diagnosa itu adalah bukan dari tetangga,” ungkap Rina.

Rina menambahkan, pihaknya memiliki trik khusus untuk menyampaikan kepada orang tua anak penderita stunting. Bahkan, kerap kali anak mereka dipancing dengan makanan agar mau diperiksa.

“Orang tua kan tanya, mau dikasih bantuan apa?. Ya Kadang kita kasih biskuit, susu kalau kita bawa,” pungkasnya.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular