BerandaSejarahUPT Puskesmas Jetis Gencar Promosi dan Pelatihan Meracik Jamu Tradisional untuk Tingkatkan...

UPT Puskesmas Jetis Gencar Promosi dan Pelatihan Meracik Jamu Tradisional untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Jetis – UPT Puskesmas Jetis gencar mempromosikan jamu tradisional kepada para pasien atau maupun warga sekitar. Harapannya warga memiliki daya tahan tubuh yang sehat dan kuat untuk menghadapi berbagai virus penyakit.

Kepala UPT Puskesmas Jetis, Nurcahyati Akbar Kusuma Wardani mengatakan, inovasi jamu tradisional berawal dari adanya kebutuhan warga. Terutama dalam meningkatkan sistem metabolisme imun guna ketahanan daya tahan tubuh.

Selain itu, masyarakat tidak hanya menggunakan pengobatan konvensional atau modern saja. mereka juga sudah mengenal pengobatan tradisional sejak lama, bahkan turum temurun. “Kita memberikan jamu bikinan sendiri, tidak perlu beli,” katanya.

Di ruangan pelayanan pengobatan tradisional (Batra) UPT Puskesmas Jetis tersedia beragam jamu racikan jamu tradisional terbuat dari tanaman. Antara lain, temu ireng, mengkudu, kayu manis, dlinggo, rosella , tapak liman, kayu rapat, tempayangan, temu kunci, salam, teh hijau, dan masih banyak yang lain.

Jamu tradisional persadiaan Poli Batra UPT Puskesmas Jetis.


Masing-masing racikan jamu itu pun memiliki khasiat sendiri-sendiri. Misalnya, temu putih digunakan untuk antikanker dan antioksidant, daun salam untuk kolestrol, hipertensi, diare, serta gastritis.

Meski begitu, lanjut Wardani, jamu tradisional tidak bisa sepenuhnya menyembuhkan penyakit. Namun pada dasarnya fungsi jamu adalah sebagai pencegah datangnya penyakit. Sehingga, mengomsumsi jamu akan lebih baik  dilakukan  sebelum tubuh terserang penyakit.

“Jamu tidak untuk mengobati, tapi untuk maintance (memelihara) kekebalan tubuh. Kadang orang itu menyepelehkan, mereka meminum saat tubuhnya sakit. Padahal seharusnya jamu itu diminun sebelum terserang penyakit, gunanya untuk meningkatkan imunitas

Dari situ, UPT Puskesmas Jetis juga berupaya mengeksplorasi lagi agar pengobatan tradisional bisa terus dimanfaatkan. Salah satunya dengan cara menggelar pelatihan meracik jamu tradisional.

Wardani menjelaskan, pelatihan ini digelar di setiap desa ketika ada Posyandu remaja maupun lansia. Petugas Poli Batra UPT Puskesmas Jetis diterjunkan dengan dibantu kader kesehatan untuk melatih meramu jamu tradisional.

Sesuguhnya, program pelatihan ini menyasar para ibu muda. Namun, tidak menutup kemungkinan diikuti juga oleh para lansia. Karena selama ini tingkat minat lansia terhadap jamu lebih tinggi dibanding usia muda.

“Kita arahkan membuat jamu dari tanaman di rumah atau disekitar. Kalau orang yang sudah tua kan biasanya tau cara membuatnya. Tapi kalau generasi muda biasanya males, maka perlu diberi pengetahuan cara mengolah tanaman menjadi jamu,” jelas Wardani.

Dalam pelatihan ini juga diberitahu khasiat masing-masing tanaman bagi kesehatan. Wardani menyampaikan, jamu tradisional  rata-rata digunakan sebagai pelengkap dari pengobatan modern. Akan tetapi,,tidak menutup kemungkinan, suatu saat pengobatan tradisional lebih dipilih pasien ketimbang pengobatan yang konvensional.

“Semisal ada pasien tidak mau pakai obat-obatan, nantinya kita sarankan tidak minum  jamu yang aneh-aneh. Tetap kita beri edukasi tersendiri terkait jamu. Mereka bisa mendapatkannya di Poli Batra. Biasanya ini para lansia,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular