BerandaSejarahUsai 31 Silam Gapura Bajang Ratu Mojokerto Dipugar, Ekskavasi Tim Arkeolog Temukan...

Usai 31 Silam Gapura Bajang Ratu Mojokerto Dipugar, Ekskavasi Tim Arkeolog Temukan Pagar Timur dan Barat

KABAR MOJOKERTO – Usai 31 silam yang lalu dipugar diantara tahun 1989 – 1992 Masehi, Gapura Bajang Ratu di Mojokerto kini diekskavasi. Ekskavasi ini merupakan untuk pertama kalinya pasca pemugaran di era 90’an.

Hasil upaya ekskavasi membuah hasil, tim parkeologi dalam upaya penggaliannya berhasil menemukan pagar timur dan barat gapura kuno peninggalan Kerajaan Majapahit.

Lokasi gapura ini biasanya menjadi objek wisata, tepatnya Gapura Bajang Ratuberada di Dusun Kraton Desa Temon Trowulan Mojokerto, menjadi objek wisata sejarah Majapahit. Gapura ini menjadi tujuan wisata sejarah karena struktur dan relief, serta konsep taman yang cantik khas kerajaan.

Gapura Bajang Ratu mulanya ditemukan kolonial Belanda tahun 1915. Tinggi gapura mencapai 16,5 meter. Sedangkan luas gapura dengan model paduraksa ini 11,5 x 10,5 meter persegi.

Salah satu hal menarik dari gapura ini adalah persis di tengahnya terdapat lorong pintu yang lebarnya sekitar 1,4 meter.

Proses ekskvasi Gapura Bajang Ratu.

Pada tahun 1989 sampai 1992 atau 31 tahun silam, situs purbakala ini dipugar. Pasca pemugaran itu, tidak ada upaya panggalian sejarah lagi, hingga akhirnya tahun 2023 ini Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim bekerja sama dengan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto menggelar ekskavasi untuk pertama kalinya terhadap Gapura Bajang Ratu.

“Ekskavasi selama 6 hari, mulai 6 sampai 12 September 2023,” jelas Ketua Tim Ekskavasi Gapura Bajang Ratu, Muhammad Ichwan, Senin (11/9/2023).

Dinilai dari sisi sejarah, Ichwan menjelaskan gapura ini merupakan pintu masuk ke sebuah bangunan untuk mendarmakan Raja Jayanegara yang wafat tahun 1328 masehi. Teori ini berdasarkan referensi di Kitab Pararaton dan Negarakertagama.

Jayanegara dalam sejarahnya merupakan putra Raden Wijaya dengan Dara Petak atau Indreswari yang memerintah Majapahit sejak 1309 masehi. Setelah wafat, tahtanya diwarisi Tribhuwana Tunggadewi.

Mengenai pembangunan bangunan gapura ini belum diketahui pasti kapan tempat pendarmaan Jayanegara ini dibangun. Salah satu penyebab utamanya karena tidak ada prasasti maupun angka tahun di Gapura Bajang Ratu. “Pendapat para ahli situs ini untuk pendarmaan Jayanegara,” pungkas Ichwan.

Proses upaya penggalian, pihaknya bersama tim menemukan pagar timur dan barat Gapura Bajang Ratu dari 5 hari ekskavasi. Pagar disisi timur maupun barat bersambung dengan gapura.

Struktur pagar kuno ini ditemukan hanya 5 cm dari permukaan tanah. Pagar sisi timur membentang dari gapura ke timur sepanjang 11,5 meter. Tebalnya mencapai 93 cm. Ketinggian pagar yang tersisa hanya 10 lapis bata.

Pagar sisi barat baru ditemukan sekitar 10 meter membentang dari gapura ke barat. Tebalnya sama 93 cm, tingginya juga hanya tersisa 10 lapis bata kuno. Lapisan dasar pagar ditemukan sekitar 80 cm dari permukaan tanah.

Pagar timur dan barat tersusun dari bata merah kuno dengan dimensi panjang 35 cm, lebar 22 cm, tebal rata-rata 8 cm. “Kalau bata merah penyusun Gapura Bajang Ratu lebih tipis, rata-rata hampir 6 cm,” jelas Ichwan.

Di hari terakhir ekskavasi atau 12 September 2023, pihaknya fokus menemukan ujung pagar sisi barat Gapura Bajang Ratu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular