BerandaWisataPemkab Mojokerto Target PAD Sektor Wisata Tahun 2023 Naik, Total Ada 11...

Pemkab Mojokerto Target PAD Sektor Wisata Tahun 2023 Naik, Total Ada 11 Objek Wisata

Mojokerto – Pemkab Mojokerto menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata mencapai Rp 14,27 miliar, atau jumlah tersebut naik sebesar 2,4 persen dari tahun 2022.

Tahun 2022 kemarin, PAD Sektor Wisata Pemkab Mojokerto tidak sesuai target karena hanya mencapai 44,59 persen dari target Rp 13,9 miliar.

Kabid Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Antor Subendi optimistis PAD dari sektor pariwisata tahun 2022 sesuai target.

Pemenuhan target dapat terealisasi karena beberapa sumber pendapatan, antara lain dari tiket masuk Wana Wisata Padusan Pacet Rp 5,565 miliar, pemandian air panas Padusan Rp 4,55 miliar, Air Terjun Dlundung Trawas Rp 700 juta.

Petirtaan Jolotundo Trawas Rp 315 juta, Makam Troloyo Rp 600 juta, Museum Trowulan atau Pusat Informasi Majapahit (PIM) Rp 200 juta, Waterpark Ubalan Pacet Rp 1,625 miliar, Air Terjun Coban Canggu Rp 250 juta, Candi Brahu Trowulan Rp 35,648 juta, Candi Bajangratu Trowulan Rp 35,648 juta, Candi Tikus Trowulan Rp 35.652.500, serta penyewaan GOR dan Stadion Gajah Mada Rp 25 juta.

Ini menjadi beberapa sumber yang menjadi target PAD Sektor Wisata Pemkab Mojokerto. Meskipun tahun 2022 lalu target tidak tercapai, namun di tahun 2023 Pemkab optimistis.

Evaluasi yang dilaksanakan oleh Pemkab, menemukan bahwa Wana Wisata Padusan Pacet hanya mencapai 25,7 persen dari target atau Rp 1.430.054.220, Pemandian Air Panas Padusan 44,07 persen atau Rp 2.005.386.002, Waterpark Ubalan 45,96 persen atau Rp 746.910.000, Coban Canggu 33,74 persen atau Rp 84.360.000, serta Candi Tikus 49,76 persen atau Rp 17.740.500.

Air Terjun Dlundung 66,51 persen atau Rp 465.554.880, Makam Troloyo 77,36 persen atau Rp 464.154.500, Museum Trowulan 54,77 persen atau Rp 109.535.000, Candi Brahu 59,01 persen atau Rp 21.036.500, Candi Bajangratu 56,83 persen atau Rp 20.257.500.

Sedangkan objek yang sukses melampaui target hanya Petirtaan Jolotundo 258,89 persen atau Rp 815.500.000, Gor Gajah Mada 116,9 persen atau Rp 23.380.000, serta Stadion Gajah Mada 206 persen atau Rp 10.300.000.

Keseluruhan, pendapatan dari 11 objek wisata dan 2 fasilitas olahraga tersebut, tahun lalu hanya separuh dari target atau hanya 44,59 persen dari target atau hanya Rp 6.214.169.102 dalam satu tahun.

“Capaian PAD tahun 2022 44,59 persen dari target karena masih terdampak pandemi COVID-19. Kami masih harus buka tutup, pembatasan pengunjung. Kembali normal sekitar pertengahan tahun bulan 6 kemarin,” terang Antor kepada Kabarmojokerto.id, Senin (6/3/2023).

Tahun 2023 ini, PAD dari tiket masuk 11 objek wisata serta penyewaan Gor dan Stadion Gajah Mada ditargetkan Rp 14.276.028.000.

Target 2023 naik hanya 2,4 persen atau Rp 339.079.500 dibandingkan tahun lalu. Hingga 28 Februari kemarin, target tersebut sudah tercapai 13,9 persen atau Rp 1.983.831.500.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa on the track dari awal. Karena sudah tidak ada lagi pandemi COVID-19,” terang Antor.

Pihak Disbudporapar Kabupaten Mojokerto juga menerapkan beberapa strategi agar PAD dari sektor pariwisata sesuai target tahun ini.

Mulai dari promosi melalui medsos, penyebaran brosur kepada para tamu studi banding, memasang baliho di titik-titik strategis, hingga memberdayakan puluhan agen travel.

Terkait pemberdayaan agen travel, kata Antor, pihaknya bekerja sama dengan Pemkot Mojokerto. Yaitu untuk membentuk paguyuban agen travel sekaligus memberi pelatihan kepada mereka. Sehingga saat ini terdapat 30 agen travel di Mojokerto raya.

“Objek wisata kami juga ada diskon untuk rombongan di atas 30 orang sebesar 25 persen. Berlaku di semua objek wisata,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Kabar Popular